BeritaPrima.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mencoba mempengaruhi keputusan pengadilan Rusia dalam kasus pilot Ukraina Nadiya Savchenko.
Perempuan berambut pirang itu mempertanyakan keaslian pernyataan milik Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang meminta Savchenko dibebaskan di bawah perjanjian Minsk. Zakharova menyebut tidak ada pasal yang menyertakan kasus seperti Savchenko dalam perjanjian Minsk.
“Semuanya ini menimbulkan kecurigaan soal keaslian komentar. Kerry harus tahu bahwa tidak ada kalimat dalam perjanjian Minsk mengenai Savchenko. Kasusnya juga tidak masuk dalam kriteria situasi yang termaktub dalam perjanjian,” tulis Zakharova dalam akun Facebook, sebagaimana dikutip Russia Today, Kamis (2/6/2016).
Zakharova juga menyebutkan kemunafikan pejabat AS dalam kasus dua warga Rusia yakni Victor Bout dan Konstantin Yaroshenko yang ditangkap di luar wilayah kedaulatan Negeri Paman Sam. Keduanya telah menolak segala tuduhan, tetapi tetap dipenjara selama bertahun-tahun tanpa adanya keinginan Washington untuk membebaskan mereka.
Kerry beberapa waktu lalu meminta agar Savchenko segera dibebaskan. Suksesor Hillary Clinton itu menilai persidangan dan penahanan terhadap Savchenko menunjukkan acuhnya Rusia pada standar internasional dan komitmen yang dibuat di bawah perjanjian Minsk.
Zakharova malah balik menuduh pendekatan Kerry yang dianggap tidak memperhatikan tewasnya dua wartawan Rusia oleh Savchenko. “Departemennya tidak menunjukkan ketertarikan pada penyelidikan atas pembunuhan dua wartawan Rusia. Mereka tewas saat sedang melakukan tugasnya. Washington hanya menggunakan retorika hak asasi manusia sebagai sebuah alat politik,” tutupnya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta