BeritaPrima.com, Tanjung Balai – Pasca-dibakarnya delapan vihara di wilayah Kota Tanjung Balai dan beberapa mobil yang berada di lokasi, sebanyak 400 personil kepolisian bersiaga dan melakukan patroli di lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga mengamankan tujuh orang pelaku penjarahan barang di lokasi kejadian.
Kapolres Tanjung Balai, AKBP Ayep Wahyu Gunawan mengatakan, sebanyak 400 personel Polri/TNI masih berjaga-jaga di lokasi kejadian dan mengamankan beberapa warga yang tertangkap menjarah.
“Ada tujuh orang pelaku penjarahan saat pengerusakan dengan mengambil barang berupa tabung gas, dan kini di periksa di Mapolres Asahan,” kata Ayep kepada wartawan, Sabtu (30/7/2016).
Ia pun menjelaskan awal mula kejadian tersebut, bermula dari cekcok antara pengurus tempat ibadah dengan warga yang protes aktivitas ibadah.
“Kemudian muncul berita yang mengundang warga bekumpul secara spontanitas dan melakukan aksi pengerusakan serta pembakaran,” lanjutnya.
Kata dia, delapan Vihara yang dibakar dan rusak sudah diberikan garis polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini polisi masih memburu orang yang diduga menjadi provokasi pembakaran Vihara tersebut.
BeritaPrima.com Bicara Fakta