Pada awalnya, para mualaf berpandangan harus jauh dari makanan selama beberapa jam adalah hal sulit. Kebanyakan mereka tidak seketika mampu berpuasa. Meski begitu, mereka tetap berusaha untuk menjalankan puasa.
Seperti dialami Ethan Gottschalk. Profesinya sebagai perawat menuntutnya memiliki stamina prima dalam melayani pasien. Puasa sempat membuat staminanya turun.
“Saya berpuasa sepanjang hari dan membuat saya bekerja lebih solid, tapi itu sulit untuk beberapa hari ini,” kata Gottschalk mengisahkan puasa pertamanya. “Kadang-kadang saya butuh secangkir kecil air atau kerupuk,” lanjut dia.
Meski begitu, dia merasakan betul manfaat Ramadan. Dengan berpuasa, dia lebih bisa mengendalikan diri dan tidak tergoda dengan kenikmatan orang lain.
Ada keberkahan yang luar biasa dirasakan Gottschalk selama menjalankan puasa, terutama ketika berbuka. Di saat itu, dia benar-benar merasakan Ramadan adalah bulan bagi amalan sosial. Dia merasakan itu setiap kali pergi ke Masjid Cleveland di akhir pekan untuk berbuka puasa.
Puasa mungkin jadi hal yang sulit. Tapi para mualaf ini telah membuktikan manfaat dari puasa itu bagi kehidupan mereka. Tampaknya, hal itu semakin membuat mereka ingin lebih dalam lagi menjadi seorang Muslim. (bar)
BeritaPrima.com Bicara Fakta