BeritaPrima.com, Sumenep – Rumah mungil dan sederhana di Desa Banraas, Pulau Giliyang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, itu ditinggali lima generasi. Generasi pertama, Milati, masih terlihat sehat. Padahal, usianya sudah 115 tahun.
Di rumah itu, Milati bukan satu-satunya orang yang berusia di atas 100 tahun. Putrinya, Munadiyah, kini juga sudah berumur seabad. Cucu Milati, Muha, juga terbilang sepuh, yakni berusia 50 tahunan. Sedangkan anak Muha atau cicit Milati, Rosdan, kini sudah berusia 34 tahun. “Kalau anak saya ini namanya Mila, usianya tujuh tahun,” kata Rosdan, ayah Mila.
Bagi Milati, anak dari cicitnya itu diistilahkan dengan canggah. Meski berusia lebih dari seabad, Milati masih tegas saat berbicara. Karena usia, pendengarannya sedikit berkurang. Tapi suaranya masih lantang dan fasih melafalkan kalimat ketika menjawab pertanyaan dari seseorang.
“Kaule gik sughek, keng ngangguy tongket (Saya masih sehat, tapi berjalan pakai tongkat),” katanya dengan bahasa Madura, Selasa, 19 Juli 2016.
Putri Milati, Munadiyah, lebih bugar. Ia masih mampu berjalan dan beraktivitas sehari-hari tanpa menggunakan tongkat. Padahal, usianya sudah seabad. Bagi yang pertama berkenalan, mungkin mengira Munadiyah berusia 60-70 tahun. “Sabbhen are kaule ajuel jukok (setiap hari saya jualan ikan),” ucapnya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta