Sekitar 15 menit kemudian, ambulans kedua datang dan membawa korban meninggal atas nama Nana ke RS Cipto Mangunkusumo. Setelah berhasil mengevakuasi, pukul 19.30, personel gabungan membubarkan diri. Gedung segera ditutup dan dijaga.
Sebanyak kurang lebih 80 personel gabungan dari Sudin Damkar, Basarnas, kepolisian, hingga Dinas Kesehatan bersiaga di tempat. Delapan unit mobil rescue, sejumlah peralatan lighting, serta breathing apparatus dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Komandan Kompi Basarnas Special Group Charles Batlajery menuturkan, proses evakuasi kedua korban terjepit memakan waktu hingga sembilan jam karena para penyelamat perlu membuat akses terlebih dahulu untuk membebaskan korban.
“Kami koordinasi dengan damkar, kami analisis struktur bangunan baru lakukan pembobolan. Kami bobol duku bikin akses vertikal approach secara perlahan sedikit demi sedikit dari atas. Dibolongin juga dari samping-samping pakai chipping hammer,” ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa saksi dan memburu mandor yang buron. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta