Beralasan Terlalu Muda, Suhardi Alius Tak Masuk Calon Kapolri
BeritaPrima, Jakarta - Orang muda atau junior tak boleh menjadi pemimpin. Barangkali itulah pandangan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dalam menentukan calon Kapolri pengganti Komjen Budi Gunawan yang kini berstatus tersangka.
Karena dalih tersebut Kompolnas tidak memasukkan Mantan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius dalam daftar calon Kapolri yang diusulkan ke Presiden Joko Widodo.
Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan menjelaskan, bahwa Suhardi yang merupakan angkatan ’85 dianggap masih junior. “Prestasinya bagus, tapi masih ’85, dipertimbangkan,” jelas Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan, Kamis (5/2/2015).
Edi menyebut calon Kapolri ada di kisaran angkatan ’82-’84. Ada empat calon kuat yang kemungkinan akan diajukan ke Presiden Jokowi.
“Mungkin yang sudah pasti Komjen Budi Waseso, Komjen Dwi Priyatno, Komjen Badrodin Haiti, dan Komjen Putut Bayu Ekoseno,” jelas Edi.
Pihaknya akan memberikan seluruh nama bintang tiga kepada presiden. Biarlah nanti presiden yang memutuskan. “Kami juga koordinasi dengan Plt Kapolri dan pihak Polri. Kami koordinasi,” terang dia.
Namun, Edi mewanti-wanti bahwa semua ini akan dilakukan sambil menunggu hasil praperadilan Komjen Budi Gunawan. Masih ada kemungkinan juga Komjen BG dilantik. “Kami hanya menyiapkan, jadi tunggu hasil praperadilan,” tegasnya.
Sementara itu sumber BeritaPrima.com di kepolisian mengatakan bahwa bukan soal usia yang membuat Suhardi tidak masuk dalam bursa calon Kapolri, melainkan karena perwira cerdas itu bukan termasuk kubu perwira yang ‘berkuasa’ di Mabes Polri saat ini.
“Yang berkuasa sekarang ini kubu Budi Gunawan. Kalau Suhardi kan orangnya Pak Sutarman. Biarpun secerdas apapun, dia tidak bakalan didukung, kecuali kalau Presiden Jokowi yang meminta,” terang sumber tadi kepada BeritaPrima.com.
Seperti diketahui bahwa Suhardi dicopot sebagai Kabareskrim terjadi pada 19 Januari 2015, sehari setelah penetapan status tersangka terhadap Budi Gunawan oleh KPK. Saat itu Suhardi bahkan sempat mengatakan kalau dirinya difitnah.
Pencopotan Suhardi mengejutkan banyak pihak, karena selama ini prestasi lelaki kelahiran 10 Mei 1962 ini cukup menonjol. Beredar kabar bahwa Suhardi dicopot lantaran tidak melindungi Budi Gunawan. Kabar lain mengatakan bahwa Suhardi terlalu banyak tahu soal kasus-kasus Budi Gunawan.
Yang jelas, perwira tinggi brillian ini saat ini ditempatkan pada posisi yang tidak semestinya, yakni Sekretaris Utama Lemhannas menggantikan Komjen Pol Boy Salamudin.
Yang dialami Suhardi, bertolak belakang dengan Budi Waseso. Perwira tinggi yang tak pernah memiliki prestasi menonjol ini justru dipaksakan naik menjadi Komjen setelah menggantikan Suhardi sebagai Kabareskrim. (Baca Juga: ‘Kompolnas Bantah Ada Intervensi Calonkan Budi Waseso’)
(Febrizky Akbar)


