Kompolnas Bantah Ada Intervensi Calonkan Budi Waseso
BeritaPrima, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala membantah adanya intervensi politik atas masuknya nama Komisaris Jenderal Polri Budi Waseso dalam daftar kandidat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Menurut Adrianus, masuknya nama Kabareskrim baru tersebut dalam bursa calon Kapolri karena telah memenuhi syarat karir serta jenjang kepangkatan. “Semua 4 nama yang kita ajukan sudah memenuhi syarat. Selain itu 4 nama itu merupakan Jenderal Bintang Tiga yang masa baktinya masih cukup lama. Untuk apa kita ajukan yang sebentar lagi pensiun,” kata Adrianus saat dihubungi BeritaPrima, Kamis (5/2/2015).
Adrianus membantah ada tekanan dari partai politik termasuk PDIP untuk meloloskan nama Komjen Pol Budi Waseso sebagai cadangan setelah Komjen Pol Budi Gunawan nampaknya sulit untuk dilantik menjadi Kapolri. “Tak ada tekanan dari partai atau kelompok siapapun,” ujar Adrianus.
Walau demikian, Adrianus mengakui manuver politik kelompok tertentu yang semula hendak mengajukan Komjen Pol Budi Gunawan kemudian beralih mendukung Komjen Pol Budi Waseso bisa terjadi. “Itu bisa saja terjadi di proses kemudian,” pungkas.
Sebelumnya beredar kabar bahwa Budi Waseso sengaja dimunculkan sebagai kompensasi atas status tersangka yang mendera Komjen Budi Gunawan. Sumber BeritaPrima.com menyebutkan bahwa nama Budi Waseso dipaksakan muncul karena dia dianggap memiliki kedekatan hubungan dengan Budi Gunawan. “Hubungan mereka sudah dekat sejak dulu. Apalagi sekarang kan mereka mau menjadi besan,” teramh sumber purawirawan polisi berpangkat Irjen tersebut kepada BeritaPrima.com beberapa waktu lalu.
Menurut sumber tadi, munculnya Budi Waseso terlalu dipaksakan. Karena, menurutnya, masih sangat banyak perwira di kepolisian yang jauh lebih baik dari Budi Waseso, baik yang saat ini masih bintang dua maupun bintang tiga. “Kalau menurut saya permainannya sekarang terlalu kasar,” tuturnya.
Ia berkeyakinan bahwa Budi Waseso lah yang nantinya akan terpilih menjadi Kapolri, meskipun Kompolnas mengajukan banyak calon. “Permainannya sudah tingkat tinggi. Presiden saja tidak berkutik,” ujarnya.
(Aditya Sanjaya)


