Kisah Firman Membantai Pacarnya Secara Sadis Karena Cemburu

Irman Bakti Hasibuan alias Firman (20) saat menjalani rekonstruksi di di rumah korban di Jalan Bersama/Jalan Letda Sudjono, Medan, Senin (16/3/2015).
BeritaPrima, Medan - Rasa cemburu membuat Irman Bakti Hasibuan alias Firman (20) gelap mata. Pemuda ini membunuh pacarnya dengan sadis karena kecewa dan merasa dikhianati.
Unit Jahtanras Satreskrim Polresta Medan merekonstruksi ulang pembunuhan itu, Senin (16/3/2015). Irman memperagakan adegan demi adegan saat dia menghabisi Dina Nurdiana (17).
Rekonstruksi tidak digelar di rumah korban di Jalan Bersama/Jalan Letda Sudjono, Medan, yang merupakan lokasi kejadian. Demi alasan keamanan, pelaksanaannya dilakukan di kantor Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan.
Tidak kurang 23 adegan digelar dalam rekonstruksi itu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan ikut menyaksikannya.
Mengenakan baju tahanan Polresta Medan warna oranye, Irman menceritakan dan memperagakan saat-saat dia menghabisi pacarnya Dina. Dia membantai Dina menggunakan sebilah parang.
Kanit Jahtanras Satreskrim Polresta Medan Iptu Dede Chandra Gunawan menjelaskan, tersangka mengaku cemburu dan kesal dengan sikap Dina. Korban dinilai tidak mau mengakuinya walau Irman sudah menunggu selama 3 tahun.
“Jadi pembunuhan ini dilakukan karena tersangka cemburu kepada korban yang diduga telah selingkuh,” kata Dede.
Polisi sudah melakukan tes urine terhadap tersangka. Hasilnya, dia tidak menggunakan narkoba. “Kami juga tidak menemukan bukti baru dalam rekontruksi ini,” jelasnya.
Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 340, 338 dan 351 ayat (3) KUHPidana. “Ancaman hukumannya minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkas Dede.
Seperti diberitakan, pembunuhan sadis terjadi di Jalan Bersama Medan, Sabtu (7/3) malam. Irman mengamuk dan membacoki Dina hingga tewas. Siswi kelas XII SMK Teladan, Medan itu awalnya dibacok pada bagian punggung Dina setelah bertengkar dengan Irman di ruang tamu rumahnya. Laki-laki yang tinggal di rumah korban ini marah dan cemburu karena diputus cintanya.
Awalnya Irman membacok punggung Dina sampai roboh di ruang tamu. Setelah sempat pergi ke ruang tengah dia kembali dan membacok korban di bagian leher, sehingga perempuan itu tewas. Sedikitnya terdapat 5 luka bacokan di tubuh Dina. Tiga liang di punggung, 1 di leher, dan 1 di bagian tangan.
Setelah membantai Dina, Firman melarikan diri. Namun, pelariannya hanya berlangsung dalam hitungan jam. Dia diringkus petugas di kawasan Sibiru-biru, Deli Serdang. Saat ditangkap, Firman sempat mencoba bunuh diri. Dia menggantung diri dengan tali rafia. Namun usahanya gagal, karena tali itu putus.
(ren)

