Terkait Gerakan 20 Mei, Mahasiswa Belum Menyatu
BeritaPrima, Jakarta - Hiruk pikuk mengenai “Gerakan 20 mei” sudah semakin terdengar di khalayak publik. Berbagai macam pemberitaan terkait hal mengenai gerakan ini (baca: gerakan 20 mei) juga semakin merebak di media sosial. Pasalnya, kebijakan-kebijakan mengenai jokowi yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat terkait kenaikan berbagai macam harga juga terus bergulir. Protes masyarakat semakin merebak.
Namun, hal terkait gerakan 20 Mei masih diwarnai perdebatan oleh kalangan mahasiswa sendiri.Andi Aulia rahman, Ketua BEM UI, mengakui hal tersebut. Menurutnya, saat ini mahasiswa belum menyatu. “Saya harus mengakui mahasiswa di tataran nasional itu belum menyatu,” ujarnya dalam wawancara eksklusif di Fakultas Hukum UI pada senin (13/4/2015), pukul 10.15.
Kurang menyatunya mahasiswa dikarenakan perdebatan mengenai gerakan 20 Mei “Turunkan jokowi- JK“ masih yang belum satu suara. Menurut Andi, beberapa kampus memang ada yang menginginkan penggulingan rezim, tetapi beberapa kampus masih ada yang memberikan “grasi” terhadap rezim saat ini.
“Kalau kita lihat konsolidasi di luar, memang mahasiswa hari ini belum satu suara karena berbagai kampus di daerah di Riau dan di Sulawesi bagian utara, seperti Gorontalo dan Riau, memang arahnya itu (baca: gerakan 20 Mei) adalah 20 Mei.
Ada beberapa elemen yang memang mengarahkan aksi mahasiswa itu ke arah penggulingan rezim. Di riau, itu aksinya menyangkut “cabut mandat jokowi-JK”. Lalu di Gorontalo, itu memang Turunkan jokowi-JK, di Jawa Barat, kemarin SP (Surat Peringatan) 1. Kalau SP-nya kan, berarti ada jangka waktunya tuh,” ujarnya dalam wawancara eksklusif di Fakultas Hukum UI pada senin (13/4/2015), pukul 10.15.”
Keberadaan perdebatan mengenai Gerakan 20 Mei masih menjadi polemik. Namun, gerakan ini dinilai penting oleh beberapa kelompok mahasiswa. Hal terkait gerakan 20 Mei terus berlangsung dan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para aktivis dan elite-elite gerakan mahasiswa.
(Agil Kurniadi)


