Tim SAR Terus Cari 8 Nelayan Tenggelam
BeritaPrima, Situbondo - Tim search and rescue (SAR) gabungan melanjutkan pencarian delapan nelayan Situbondo, Jawa Timur, yang hilang sejak Selasa, 24 Februari 2015. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Situbondo Zainul Arifin mengatakan tim SAR gabungan mendatangi bangkai kapal yang berada 6 mil dari pantai Kecamatan Paiton, Probolinggo, di kedalaman 56,2 meter sejak pukul 09.00. “Ada 33 anggota yang terlibat,” kata Zainul, Rabu, (25 /2/015).
Pencarian tersebut menggunakan kapal KN-225 milik Kantor SAR Surabaya dan dua perahu karet. Bangkai kapal rencananya akan ditarik hingga kedalaman 25 meter. Kemudian, tim SAR akan menerjunkan empat penyelam untuk mencari kemungkinan adanya nelayan yang terjebak di dalam kapal.
Dari delapan nelayan yang belum ditemukan, lima di antaranya warga Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. Mereka adalah Ridwan, Sumawi, Raden, Muslim, dan Sundari. Sedangkan tiga nelayan lain ialah Budiyanto, Tatik, dan Wasil. Ketiganya warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo.
Istri Sundari, Sumiati, mengatakan suaminya baru satu pekan menjadi nelayan. Sebelumnya, ayah dua anak itu hanya mengurus sawah. “Dia diajak teman-temannya menangkap ikan,” kata Sumiati di posko tim SAR gabungan di Pelabuhan Besuki, Situbondo.
Sundari, kata Sumiati, berangkat menangkap ikan pada Senin, 23 Februari 2015, pukul 16.00. Esok paginya, dia menerima kabar suaminya hilang. “Semoga selamat. Anaknya masih kecil-kecil,” katanya seraya terisak.
Harmoni berangkat pada Senin, 23 Februari 2015, pukul 22.00. Ombak menenggelamkan kapal yang mengangkut 17 orang itu di perairan Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 01.00. Sembilan nelayan selamat dan delapan sisanya belum ditemukan. Mereka selamat berkat pertolongan nelayan lain. Mereka adalah Yono, 24 tahun, Sunarto (25), Son (70), Semawi (23), Juhari (52), Lin (30), Dahri (35), Ali (27), dan Hari (40).
(Aditya Sanjaya)

