Uji Wawancara Kompolnas: Komjen Putut dan Komjen Dwi Paling Pantas Jadi Kapolri
BeritaPrima, Jakarta - Kompolnas sudah melakukan uji wawancara dengan empat calon Kapolri pengganti Komjen Budi Gunawan yang hampir pastibatal dilantik. Dari empat nama tersebut, ada dua nama yang dinilai pantas dan menonjol.
Dua nama yang dinilai Kompolnas menonjol adalah Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kabaharkam Polri Komjen Putut Eko Bayuseno. Sedangkan dua nama lainnya yang juga menjalani wawancara di Kompolnas adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti dan Kabareskrim Komjen Budi Waseso.
“Pak Putut dan Pak Dwi masuk tuh. Pak Badrodin ada kelemahan (masa aktif tinggal 17 bulan) dan Pak Budi ada kelemahan. Pak Putut dan Pak Dwi masih cukup usia, Pak Putut sampai 2019, Pak Dwi sampai 2017 dan Pak Budi 2018,” kata Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2015).
Dalam wawancara itu, Kompolnas sempat menanyakan visi misi 4 Komjen tersebut terkait hubungan KPK-Polri. Namun Adrianus tak bisa memberitahu karena hanya menjadi konsumsi Presiden Joko Widodo.
“Jawabannya bervariasi. Kami tidak bisa disclose tapi yang jelas 4 orang ini akan membuat Presiden pusing dalam arti yang baik. Karena 4 orang ini mewakili tipe yang berbeda-beda. Presiden tinggal pilih, mau yang kalem atau yang cerdas ada. Jadi nggak sama 4 orang ini,” ujar Adrianus.
Dalam proses wawancara, 4 Komjen tersebut mendapatkan durasi masing-masing 2 jam dan dilakukan terpisah. Adrianus menyatakan materi wawancara hanya untuk Presiden sebagai pertimbangannya. Urutan wawancaranya yakni Komjen Badrodin pertama, Komjen Dwi Priyatno kedua, Komjen Putut Eko Bayuseno ketiga dan terakhir adalah Komjen Budi Waseso.
“Ya kami minta izin Menko Polhukam sebagai ketua Kompolnas, boleh nggak kami wawancara, dijawab ya silakan. Makanya kami wawancara,” ucap Adrianus.
“Diwawancara 6 komisioner terkait visi misi apa yang mau dikerjakan. Terkait nawacita itu kan tidak jauh-jauh dari kebijakan Presiden. Ini wawancara (pemberitahuan) SMS saja (ke kandidat), dan diterima mengindikasikan peran kami di Polri diakui sebagai pihak yang berwenang me-endorse soal ini,” tambahnya.
Berapa pertanyaan yang diberikan ke masing-masing kandidat dan apakah ada materi yang menyinggung pernah terlibat korupsi atau tidak? “Ya (jumlah pertanyaan) beda-beda, 2 jam kan banyak, dibuat santai,” jawab Adrianus.
“Kalau itu contoh Pak Badrodin bilang, silakan tanya ke KPK. Ketika merasa diri saya bersih, tiba-tiba dijerat KPK, tanya saja ke KPK. Jadi itu semua ditanyain, jangan sampai terjerat lagi. Ya diharapkan KPK juga kerja sama,” tambahnya.
Hasil wawancara ini selanjutnya akan dirapatkan bersama sejumlah kementerian terkait seperti Kemenko Polhukam dan Kemenkum HAM. Hasil rapat kemudian diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, untuk selanjutnya Jokowi menggunakan hak prerogatifnya.
“Kami dengan sejumlah kementerian, Kemenko Polhukam, Kemenkum HAM, akan rapat mungkin Senin (9/2) ini, Selasa (10/2) mungkin baru diserahkan kepada Presiden kalau sudah pulang,” ujar Adrianus.
Apakah hasil wawancara 4 Komjen tersebut cukup baik? “Penampilannya oke semua, semua sudah dinilai,” jawab Adrianus. (Didik Supriyatno)

