Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 22 Agustus 2016
Pemimpin kapal Tugboat Charles bernama Ismail, yang berhasil kabur.
Pemimpin kapal Tugboat Charles bernama Ismail, yang berhasil kabur.

Pasca Kaburnya Dua Sandera Abu Sayyaf, Pemerintah Diminta Berhati-hati

BeritaPrima.com, Jakarta - Dua warga negara Indonesia (WNI), berhasil kabur dari cengkraman kelompok teroris Abu Sayyaf. Keduanya, Mohammad Sofyan dan Ismail, ditemukan terpisah di Kota Luuk, Pulau Jolo usai disandera sejak 20 Juli lalu.

Menanggapi hal itu, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Mayjen Sudrajat mengingatkan pemerintah harus berhati-hati.

“Satu, pertama kita bersyukur ada dua bisa lolos meskipun melarikan diri. itu usaha mereka. Mereka pandai cari kelengahan dan ada kesempatan. Saya kira itu baik, tetapi ini juga mempunyai dampak negatif terhadap sandra yang lain,” ujar Sudrajat, Jumat (19/8/2016).

Dengan kaburnya dua tawanan, Sudrajat menyebut Abu Sayyaf dan kawan-kawan bisa semakin keras terhadap sandera yang lain. Bahkan, peritiwa tersebut juga bisa membuat kelompok pembajak semakin nekat.

“Abu Sayyaf nanti akan makin ‘keras’ kepada yang lain. Bahkan bisa dia berikan ancaman, dan tidak mustahil dia akan bertindak diluar perikemanusiaan. ini tidak kita harapkan, tetapi ini adalah logika kita,” imbuhnya.

Selain itu, Sudrajat juga menyebut adanya kemungkinan jika kedua WNI itu sengaja dilepas agar Abu Sayyaf mendapatkan perhatian. Terlebih jika Abu Sayyaf memberi pesan terhadap Sofyan dan Ismail agar keduanya dijadikan alat komunikasi dengan otoritas di Indonesia.

“Kalau kamu punya tahanan, lepas kan bakal jadi catatan. Mereka makin ketat atau apakah dua ini memang dilepas sama dia dianggap lengah, biar jadi berita apa yang terjadi dan segala macam, atau mungkin dia membawa pesan tidak, kita belum invetigasi dua orang ini. Kalau bawa pesan mungkin ini jadi komunikasi,” tandasnya. (aud)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *