BeritaPrima.com, Ankara – Pascakudeta militer di Turki, pemerintah telah menahan ribuan orang yang terkait dengan upaya penggulingan Presiden Erdogan. Setelah pihak pengadilan melakukan penyelidikan, lebih dari 800 tentara wajib militer akhirnya dibebaskan. Berita ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari laporan media setempat.
Di Istanbul, 758 dari 989 wajib militer yang ditahan selama menjalani penyelidikan akan dibebaskan kepala jaksa penuntut umum setelah keluar keputusan pengadilan. Sedangkan 47 wajib militer lainnya dibebaskan oleh pengadilan di Ankara dengan alasan yang sama. Demikian sebagaimana dilansir Haaretz, Minggu (31/7/2016).
Jaksa merekomendasikan pembebasan dengan alasan mereka telah memberikan kesaksian dan tidak menimbulkan resiko penerbangan. Para wajib militer itu telah menjalani kewajiban pelayanan militer saat kudeta terjadi. Di antara mereka yang dibebaskan adalah siswa SMA militer.
Menurut angka terbaru dari Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala, lebih dari 9.000 orang, sebagian besar anggota militer, telah ditahan pascakudeta yang gagal. Kudeta ini telah mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal.
Pemerintah Turki menuding gerakan penggulingan Presiden Erdogan dilakukan Fethullah Gulen. Saat ini, Ankara tengah menyiapkan bahan dan bukti agar Gulen segera diekstradisi dari Amerika Serikat (AS). (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta