BeritaPrima.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa banyak wanita yang memilih berpura-pura orgasme. Penelitian ini merekrut wanita untuk bicara soal seks konsensual. Kemudian, mereka semua secara terbuka bicara mengenai pengalaman seksual problematik mereka ketika ditanya mengenai orgasme palsu.
Periset mengatakan mereka “terkejut” oleh jumlah wanita yang melaporkan memalsukan orgasme saat melakukan hubungan seks yang tak diinginkan.
“Sementara beberapa wanita bicara mengenai orgasme palsu secara positif, misalnya sebagai pengalaman menyenangkan yang meningkatkan gairah mereka sendiri. Tetapi banyak yang bicara mengenai memalsukan orgasme dalam konteks pengalaman seksual tak diinginkan atau tak menyenangkan,” kata psikolog Emily Thomas.
Analisis membuktikan wanita tidak menggunakan kata seperti “pemerkosaan” atau “pemaksaan” ketika bicara mengenai pengalaman mereka. Kendati deskripsi kejadian itu bisa dikategorikan demikian.
Sebaliknya, para wanita itu dikatakan menggambarkan pengalaman seksual mereka sebagai tak diinginkan dengan cara yang lebih “tak langsung”, seperti menggunakan istilah “buruk” untuk menggambarkan hubungan seksual yang tak diinginkan dan tak menyenangkan.
Meskipun pemalsuan orgasme sering dipandang sebagai kelakar, studi membuktikan hal itu sebagai fenomena kompleks.
BeritaPrima.com Bicara Fakta