Meskipun tidak ditemukan candi peninggalan Majapahit di dataran Surabaya, jejak peninggalan Majapahit bisa ditemukan dalam punden atau makam keramat yang salah satunya ada di Kampung Ketandan.
Dilindungi sebuah pohon beringin besar, bersemayamlah nenek moyang warga kampung Ketandan yakni Mbah Buyut Tondo dengan dua pengawal setianya.
Kepunden ini juga menjadi lokasi balai kebudayaan berbentuk joglo yang kini sedang dibangun. Balai kebudayaan yang baru ini akan diresmikan pada Rabu (27/7/2016).
Peninggalan tua lain juga masjid tua yang didirikan dari jaman Belanda. Saat pertempuran bersejarah rakyat Surabaya melawan Belanda dan serdadu NICA dahulu, warga kampung Ketandan juga turut ambil bagian dalam merobek bendera Belanda di Hotel Oranje atau yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit.
“Setelah merobek bendera Belanda, kemudian orang tersebut ditembak mati,” ujar pria yang akrab disapa Sis ini.
Dengan begitu banyaknya torehan sejarah di Kampung Ketandan ini, tak heran apabila Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memilih Kentandan sebagai tuan rumah.
BeritaPrima.com Bicara Fakta