Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Rabu , 24 Agustus 2016

TKI Tewas Di Malaysia, Pihak Keluarga Kecewa Sikap KBRI

tkitewasBeritaPrima.com, Solo – Suasana duka terasa di kediaman Sri Maryani, seorang tenaga kerja asal Solo,Jawa Tengah, yang meninggal di Malaysia.

Di kediamannya yang ada di RT 03 RW 04 Jalan Platuk I Manahan Solo,Jawa Tengah, terlihat kesibukan. Beberapa anggota keluarga, tampak tengah membuang air hujan yang turun dengan deras memenuhi terpal biru yang dipasang di depan rumah. Tak lama kemudian, datang adik Sri Maryani, Sriyono yang baru saja mengantarkan istrinya berobat.

Menurut Sriyono, setelah keluarga mendapatkan kepastian kalau Sri Maryani kakaknya itu meninggal dunia akibat korban tabrak lari di Malaysia, pihaknya langsung menghubungi Kepolisian Malaysia.

Dari Malaysia, kepolisian setempat mempersilakan jenazah Sri Maryani untuk dibawa pulang keluarganya ke Indonesia. Namun, dengan satu syarat, pihak keluarga diharuskan membayar Rp20-25 juta.

“Uang sebesar itu dari mana kami dapat. Kami sudah berupaya pinjam ke sana-ke mari. Tapi, sampai saat ini uang untuk membaya jenazah kami belum juga kami dapatkan,” papar Sriyono, Sabtu (18/6/2016).

Setelah mengetahui besarnya dana yang harus dikeluarkan, dirinya berusaha mencari cara agar jenazah kakaknya itu bisa pulang. Hingga akhirnya, melalui internet dirinya bisa mengetahui nomor KBRI di Malaysia.

“Sejak awal kakak saya meninggal karena ditabrak. Pihak KBRI belum pernah sekalipun menghubungi kami. Padahal kakak kami itu WNI yang seharusnya mendapat perlindungan dari KBRI,” ujarnya.

Awalnya, Sriyono berharap masalah kepulangan jenazah kakaknya bisa terbantukan dengan dirinya menghubungi KBRI, tapi justru sebaliknya. Pihak KBRI mempertanyakan uang pengambilan jenazah yang sudah disanggupi keluarga saat menghubungi Kepolisian Malaysia.

“Saya utarakan kalau kami memang awalnya akan berusaha mendapatkan uang itu. Tapi setelah berusaha, kami gagal mendapatkan uang itu. itu semua kami utarakan pada pihak KBRI. Setelah mendengar itu, salah satu staf KBRI bilang bila dirinya belum bisa memutuskan dan harus melaporkan pada Duta Besar dulu,” tuturnya.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *