Inilah Tiga Opsi Pilihan Bagi Presiden Jokowi

pan-jokowi

Presiden Joko Widodo

 

BeritaPrima, Jakarta - Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda menyebutkan ada tiga opsi bagi Presiden Joko Widodo untuk tetap menjaga stabilitas politik. Hal itu berkaitan dengan wacana perombakan anggota kabinet yang dikhawatirkan timbul karena adanya desakan dari kepentingan politik, bukan semata-mata karena evaluasi kinerja kementerian.

“Dalam kesehariannya Prsesiden berhadapan langsung dengan partai dan kepentingan koalisi di parlemen. Maka yang harus dijaga adalah stabilitas politik,” ujar Hanta saat ditemui di Jakarta, Sabtu (9/5/2015).

Menurut Hanta, opsi pertama yang dapat dilakukan adalah opsi konfigurasi. Dengan opsi ini, Presiden membangun pola bipolar dua kekuatan, misalnya sama-sama menguasai Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Kata dia, opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski partai pendukung pemerintah semakin banyak, dan kebijakan dipermudah, tujuan pemerintah yang ingin dicapai belum tentu berhasil sesuai rencana.

Opsi berikutnya adalah pola tripolar, atau segitiga kekuasan. Pola yang sama pernah diterapkan oleh Presiden pertama RI Soekarno. Saat itu, Soekarno menguasai tiga kekuatan sekaligus, yaitu Presiden, Partai Komunis Indonesia (PKI), dan Angkatan Darat.

Strategi ini membuat kedudukan Presiden tetap dominan. “Dalam opsi ini, Presiden adalah penentu. Ketika yang satu tidak mendukung, Presiden bisa mencari dukungan yang lain,” kata Hanta. Sementara opsi yang ketiga adalah multipolar.

Dalam opsi ini, Presiden tidak terpengaruh dengan kepentingan koalisi mana pun. Menurut Hanta, Presiden bisa membangun koalisi ad hoc, yang didirikan dengan memilih pembantunya berdasarkan isu per isu yang sedang ditangani.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 6 times, 1 visits today)
Kategori: Istana

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*