Mendadak JK Irit Bicara Reshuffle, Karena Ditegur Jokowi?

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak seperti biasanya yang rajin berkomentar kepada wartawan, namun ini malah sebaliknya, sangat irit bicara Selasa (5/5/2015) hari ini.
BeritaPrima, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak seperti biasanya yang rajin berkomentar kepada wartawan, namun ini malah sebaliknya, sangat irit bicara Selasa (5/5/2015) hari ini.
Ini terjadi ketika, wartawan menanyakan perihal isu perombakan kabinet (reshuffle) para menteri di Kabinet Kerja.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut berbeda dari sebelumnya untuk berkomentar soal reshuffle.
Padahal, sebelumnya, JK mengungkapkan kemungkinan akan ada reshuffle menteri setelah perayaan Idul Fitri, atau sekira bulan Juli mendatang.
“Jangan dulu ah, nanti kau (wartawan) tulis macam-macam (tentang) reshuffle pula,” singkat JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2015).
Iritnya JK berbicara, dirumorkan lantaran sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin berkomentar soal isu reshuffle. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, malah berucap untuk menanyakan soal pergantian menteri langsung saja ke JK.
Dengan begitu tersirat bahwa JK sudah mendapat teguran dari pihak Istana Negara, perihal reshuffle tersebut.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan akan melakukan reshuffle terhadap jajaran menteri Kabinet Kerja yang dianggap tidak cakap bekerja.
Berdasarkan kabar yang beredar, reshuffle dilakukan usai hari raya Idul Fitri. JK mengatakan, reshuffle perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah ke depan. Pasalnya, beberapa waktu belakangan ini santer mengenai perombakan jabatan menteri pemerintahan Jokowi-JK.
Ditempat berbeda, Presiden Jokowi enggan menanggapi isu reshuffle yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jokowi justru meminta awak media menanyakan kabar tersebut terhadap JK.
Sementara itu beberapa hari lalu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berkumpul membicarakan reshuffle kabinet. Menanggapi hal ini JK berkilah bahwa dirinya tidak tahu menahu ihwal pertemuan tersebut.
“Saya tidak tahu (ada pertemuan KIH mengenai reshuffle kabinet),” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, KIH melakukan pertemuan rutin bulanan di kediaman Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso, Selasa 28 April lalu. Dalam pertemuan itu, salah satu isu penting yang dibahas adalah rencana reshuffle menteri Kabinet Kerja.
Sutiyoso mengungkapkan, hari itu merupakan pembahasan paling mendalam mengenai rencana reshuffle kabinet. KIH melihat dorongan masyarakat begitu kuat terhadap reshuffle, sehingga hal ini disikapi KIH sebagai sesuatu yang perlu direspons.
Menurut Sutiyoso, dalam pertemuan di kediamannya itu, pembahasan mengenai rencana melakukan reshuffle sudah sampai pada tahap nama menteri yang akan diganti, alasan perombakan menteri, hingga penilaian terhadap kinerja menteri yang akan dicopot tersebut. Namun Sutiyoso menolak membeberkan nama menteri dimaksud.

