Para Menteri Diduga Lebih Patuh ke Ketum Daripada ke Jokowi

Konferensi Pers Jaringan Nusantara yang di hadiri Didi Irawadi Syamsuddin eks Ketua DPP Partai Demokrat, Didi Mukriantro Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Raclhland Nashidik eks Juru Bicara Partai demokrat, Andi Arief eks Staf Khusus Presiden Ke-6. Di Jakarta, sabtu (23/5). Dalam Pernyataan sikapnya dalam tema " Bela SBY- Lawan Politik Kotor" bahwa Menteri ESDM Sudirman Said untuk meminta maaf kepada Mantan Presiden Susilo Yudhoyono. Beriotaprima.com/Sonny Eko Kusetiawan/bp/May 2015.

Juru Bicara Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddi. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta — Juru Bicara Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin menilai, saat ini ketidakidealan komposisi kabinet yang ada di pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla semakin nyata terlihat. Para menteri pun kerap memberikan pernyataan yang berbeda satu sama lain.

“Sampai saat ini, saya pertanyakan leadership Jokowi, kenapa antar-menteri bisa saling silang pendapat? Kepemimpinan Jokowi ini patut dipertanyakan. Benar enggak dia mengendalikan menterinya atau jangan-jangan menteri Jokowi patuh kepada ketum partainya?” ujar Didi dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (27/6/2015).

Padahal, lanjut Didi, pernyataan Presiden Jokowi sudah sangat jelas bahwa menteri harus loyal ke Presiden, bukan partai politik.

Jokowi dinilai perlu menentukan siapa lawan dan kawan lantaran politik tidak akan bisa memuaskan semua pihak.

Dia juga mengkritik kinerja menteri yang tidak memuaskan dalam menjalankan program pemerintahan.

Menurut Didi, ketidakmampuan para menteri menjalankan program itu lantaran mereka memang tidak memiliki kompetensi.

Maka dari itu, Didi pun berharap agar Jokowi mendengarkan kritik di luar pemerintahan atas kinerja menteri itu. Dia mendukung adanya perombakan kabinet.

“Jokowi perlu menempatkan orang-orang yang tepat yang tidak didasarkan pada perkawinan politik, tunjuk yang bisa bekerja dan patuh kepada Presiden,” ucapnya.

Isu soal reshuffle belakangan ini terus berembus. Dorongan reshuffle juga dilontarkan partai koalisi pendukung pemerintah, seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang bahkan meminta tambahan lima kursi menteri.

Atas berbagai isu reshuffle itu, Jokowi meminta publik untuk tidak mengusik para menterinya yang baru mulai bekerja. Dia meminta agar media tidak menciptakan kegaduhan.

Di sisi lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengutarakan bahwa perombakan kabinet akan dilakukan setelah Lebaran. (dik)

(Visited 69 times, 1 visits today)
Kategori: Parpol

Comments

  1. InaPutri
    InaPutri 27 Juni, 2015, 20:47

    Ya Allah…, Bukakanlah pintu hati Presiden Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan para Pejabat PPA sehingga beliau-beliau ini mau segera membayarkan gaji kami para Karyawan PT. Merpati Nusantara yang sudah terkatung-katung selama ini tidak ada kejelasan, dan ampunilah dosa-dosa beliau-beliau ini yang telah membuat kami dan keluarga sengsara selama ini….., Aamiin ya rabbal ‘alamin.

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*