Tak Hadir di Muktamar Islah PPP, Djan Faridz Ngaku Tak Diundang

Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz (kiri) bersama pengurus DPP PPP menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-42 PPP di Kantor PPP Jakarta, Senin (5/1).BeritaPrima.com, Jakarta - Untuk upaya islah dua kepengurusan, PPP menggelar Muktamar VIII di Asrama Haji, Pondok Gede. Namun, Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Djan Faridz tak memenuhi kedatangan karena merasa tak diundang oleh pihak Romahurmuzy (Romi).

“Tidak datang, karena saya tidak diundang,” kata Djan dalam pesan singkatnya, Sabtu (9/4/2014), dini hari.

Dia mengatakan pada Jumat kemarin, lebih memilih menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Jawa Timur di Surabaya. Kehadirannya di Mukerwil ini sebagai tindak lanjut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar sebelumnya.

“Hari ini (Jumat, red) saya hadir di Mukerwil DPW PPP Jatim di Surabaya. Dalam rangka menindak lanjuti hasil mukernas,” tuturnya.

Kemudian, bila ada perhelatan Muktamar mestinya mengakomodir putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan kepengurusan PPP Muktamar VIII Jakarta. Namun, ini tak dilakukan. Djan pun menilai Muktamar di Pondok Gede tak terkait dengan dirinya.

“Muktamar itu muktamar yang tidak berkaitan dengan kami,” ujar Djan singkat.

Dalam prosesnya, Kemenkumham lebih memilih memperpanjang kepengurusan Muktamar VII Bandung, tanpa mengesahkan kepengurusan hasil Muktamar VIII Jakarta. Sementara, surat keputusan kepengurusan Muktamar VIII Surabaya juga sudah dicabut Kemenkumham.

Sebelumnya, dikonfirmasi terpisah, Sekjen Muktamar Bandung Romi mengatakan bila pihak kepengurusan Muktamar Jakarta sudah diundang termasuk Djan Faridz. Terbukti, tiga Wakil ketua umumnya yaitu Fernita Darwis, Epyardi Asda, dan Indah Suryadharma Ali hadir dalam Muktamar.

“Sudah diundang, mereka sudah hadir. Tapi Pak Djan belum tahu,” tutur Romi yang pernah menjadi Ketua Umum Muktamar VIII Surabaya di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016).

Seperti diketahui, Muktamar VIII di Asrama Haji Pondok Gede merupakan ajang untuk islah dua kepengurusan PPP yang terlibat konflik setahun lebih. Agenda muktamar digelar mulai Jumat (8/4) sampai (11/4).

Namun, terkait jadwal formal muktamar hanya berlangsung sampai Minggu, besok. Adapun di hari keempat atau Senin (11/4) akan ada konsolidasi internal partai dari ketua umum terpilih kepada peserta muktamar.

Dalam jadwal, rencananya di hari kedua, Sabtu (9/4), akan digelar agenda jawaban DPP atas pemandangan umum DPW. Selanjutnya dilakukan tata tertib pemilihan ketua umum dan anggota formatur. (dik)

(Visited 19 times, 1 visits today)
Kategori: Parpol
Tags: #KonflikPPP

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*