Turun Gunung Bantu Zulkifli Hasan, Soetrisno Berpotensi Jungkalkan Hatta Rajasa
BeritaPrima, Jakarta - Di tengah memanasnya persaingan dua kandidat ketua umum menjelang kongres PAN, tiba-tiba muncul kabar bahwa mantan Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir kembali aktif di partai matahari biru ini. Menariknya, Soetrisno merapat ke salah satu calon, yakni Zulkifli Hasan.
Seperti diketahui bahwa saat ini beredar dua nama calon kuat yang memperebutkan posisi ketua umum PAN, yakni Zulkifli Hasan dan incumbent, yakni Hatta Rajasa.
Meski Soetrisno yang selama lima tahun terakhir absen dari pentas politik ini tak punya hak suara dalam kongres, namun pengaruhnya masih cukup signifikan di tingkat daerah.Sehingga bisa dipastikan, bergabungnya Mas Tris, demikian sapaan akrabnya, merupakan amunisi baru bagi Zulkifli untuk menaklukkan Hatta.
Sampai saat ini Mas Tris memang belum menyampaikan langsung dukungannya. Tetapi orang dekatnya, yakni Totok Daryanto, sudah memastikan bakal merapatnya pengusaha batik itu ke barisan calon yang didukung Amien Rais.
“Jadi memang benar Bapak Sutrisno Bachir itu mendukung dan percaya kepada Zulkifli Hasan untuk memimpin PAN pada periode yang akan datang ini dan menurut Sutrisno Bachir memang era kepemimpinan sekarang ini diperlukan kepemimpinan model Zulkifli Hasan,” kata Totok di sela-sela konsolidasi tim sukses Zulkifli wilayah Indonesia Timur.
Konsolidasi ini dipusatkan di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Minggu (8/2/2015). Sebanyak 143 pemilik suara kongres dari DPW dan DPD PAN se-Indonesia timur hadir di acara ini.
Tak hanya memberikan dukungan, Totok menyampaikan Sutrisno Bachir bersedia kembali menjadi pengurus PAN jika Zulkifli memenangkan pertarungan melawan Hatta di Kongres IV. Jika Hatta yang menang, Sutrisno tak jadi kembali.
“Kalau bukan Zulkifli tentu Mas Tris tidak akan mau,” ujar Totok.
Sutrisno memang punya perbedaan pandangan politik dengan Hatta. Perbedaan itu makin tajam setelah Hatta mengambil tampuk kepemimpinan PAN di Kongres Batam tahun 2010 silam
Di era Hatta memimpin PAN, Sutrisno bahkan menghibahkan kantor PAN ke Muhammadiyah secara mendadak. Gedung yang terletak di Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, itu memang milik Sutrisno. Pengurus PAN sempat terkejut dengan hibah itu, namun Hatta berhasil mencari solusi dengan memindahkan kantor PAN ke gedung yang ada di Jl TB Simatupang.
Selain berseberangan dengan Hatta, Totok mengungkap Sutrisno cocok dengan gaya kepemimpinan Zulkifli. Menurut Totok, gaya kepemimpinan Zulkifli mirip dengan Sutrisno saat memimpin PAN.
“Model kepemimpinannya sangat dekat dengan gaya kepemimpinan SB, egaliter, melayani, mudah berhubungan dengan kader, tidak membeda-medakan. Itulah yang menurut kita saat ini dibutuhkan PAN,” tutur Totok.
Apakah dukungan Sutrisno bisa menjungkalkan Hatta dari kursi Ketum PAN? Tentu masih perlu dibuktikan di Kongres IV.
Sebagai gambaran, dukungan untuk Hatta meneruskan kepemimpinannya di PAN juga mengalir deras. Deklarasi demi deklarasi dukungan berkumandang dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Dalam deklarasi dukungan DPW dan DPD PAN se-Indonesia timur, dukungan yang diklaim kubu Hatta lebih banyak dari kubu Zulkifli. Jika kubu Zul mengklaim ada 143 pemilik suara yang hadir, kubu Hatta mengklaim ada 165 pemilik suara yang hadir di acara deklarasi dukungan untuk Hatta di Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (8/2) petang.
Waketum PAN Dradjad Wibowo juga memberikan dukungannya untuk Hatta. Begitu juga dengan Sekjen PAN Taufik Kurniawan, yang berdiri di barisan pendukung Hatta. Wali Kota Bogor Bima Arya juga mendukung eks Menko Perekonomian itu.
Jadi, jika Zulkifli didukung oleh tokoh-tokoh senior PAN, Hatta memiliki barisan elite PAN yang masih jadi pengurus aktif di belakangnya. Siapa yang lebih kuat?
Yang pasti, turun gunungnya Mas Tris mendapat sambutan dari para kader PAN. “Bagus, menurut saya kembalinya mas Tris (Sutrisno), kembali ke permukaan bersama PAN ya syukur Alhamdulillah. Kalau hari ini dia kembali itu kabar gembira, artinya itu tambahan nafas bagi PAN. Saya menyambut baik,” ujar Yandri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2015).
Menurut Yandri memang saat ini sedang musim dalam hal dukung mendukung. Terlepas siapa yang didukung Sutrisno, bagi Yandri, kehadiran Sutrisno kembali ke PAN merupakan kabar baik, apalagi Sutrisno sempat menyatakan keluar dari PAN beberapa waktu lalu. Yandri percaya, kehadiran Sutrisno kali ini tidak akan memperkeruh perseteruan antara kubu Zulkifi Hasan dan Hatta Rajasa yang tengah memperebutkan kursi Ketum PAN.
“Apa yang dilakukan mas Tris itu saya yakin untuk kejayaan PAN. Tidak (memperkeruh suasana), justru dia dirindukan oleh kader-kader. Jadi saya keliling ke DPD-DPD itu,” tutur Yandri.
Yandri pun menjadikan momen kehadiran Sutrisno sebagai contoh keberhasilan caketum PAN yang ia dukung, Zulkifli Hasan. Sutrisno disebut kembali karena usaha Zulkifli dalam mengumpulkan orang-orang yang berjasa bagi PAN.
“Makanya tema dari bang Zul itu kan reunifikasi, penyatuan kembali kan, salah satu bukti bang Zul melakukan itu, ya para pendiri, para senior, orang-orang yang selama ini sudah membesarkan PAN, kita ajak kembali,” kata Yandri.
“Itu bukti bahwa bang Zul melakukan hal yang nyata, bukan hanya sekedar slogan. Kehadiran mas Tris justru membuat sejuk, mas Tris kan orangnya sejuk,” tutupnya. (Didik Supriyatno)


