BeritaPrima.com, Makassar – Pak Guru Dasrul, sapaan akrab korban. Guru SMKN 2 Makassar itu tunggang langgang dihajar seorang siswa dan ayah dari anak didiknya itu.
Pahlawan tanpa jasa itu sama sekali tak memberikan perlawanan. Sesuai dengan sifatnya, pendiam dan tak banyak bicara.
Lalu rekan sejawatnya, yakni para guru perempuan menetaskan air mata ketika Dasrun dikejar-kejar dan dipukuli.
“Guru-guru perempuan kemarin menangis melihat Pak Dasrul diburu oleh pemukul,” tutur Sitti Khadijah, guru matematika SMKN 2 Makassar yang hampir 10 tahun mengenal Dasrul, Kamis (11/8/2016).
Menurutnya Dasrul adalah sosok guru yang baik. Bahkan lembut dalam mengayomi setiap anak didiknya.
“Saya mengenal beliau orangnya sabar dan lembut. Bahkan bisa dibilang Pak Dasrul lebih lembut dari perempuan, jalan pun dia itu lemah,” tambah Sitti. [Baca Juga: Kronologi Ayah dan Anak Kompak Aniaya Guru di Sekolah]
Namun kejadian pemukulan itu membuat syok para guru. Tak menyangka guru yang baik itu dianiaya siswa berinisial MAS 15 beserta ayahnya. Hanya karena Dasrul menegur murid yang tak membawa bukunya. Kisah ini memang membuat guru-guru lain menangis. (lut)
BeritaPrima.com Bicara Fakta