IndoElection.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan isyarat kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk tidak maju menjadi calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017.
Peluang Ahok diusung ke PDIP pun terbuka. Kendati ada syarat yang diajukan PDIP bila Ahok ingin mendapat dukungan PDIP di Pilgub DKI.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, partainya mempersilakan Ahok untuk maju di Pilgub DKI melalui dukungan PDIP. Namun, ia mengingatkan mantan Bupati Belitung Timur itu untuk mengikuti ketentuan PDIP bila ingin maju sebagai calon gubernur, dengan tidak menjadi calon independen.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai Ahok adalah sosok pemimpin yang tidak punya pendirian, mudah berpindah-pindah hati dan tidak memiliki konsistensi pada keputusannya. Ia pun mengibaratkan Ahok sebagai orang telah mengecewakan ‘pacar’ yang setia.
“Ahok itu mudah berpindah-pindah, tidak konsisten. Seperti mengecewakan ‘pacar’ yang setia. Dulu didukung Gerindra lalu keluar, sekarang didukung Teman Ahok tapi didukung parpol (PDIP). Ahok politisi gampang berubah, gampang cair,” kata Emrus, Kamis (9/6/2016).
Emrus mengatakan, sebaiknya Ahok tetap bersama Teman Ahok. Pasalnya, Teman Ahok sudah bekerja keras untuk mendukungnya sedari awal ia menyatakan akan maju dengan memilih jalur independen. Menurutnya, jika Ahok tetap ingin didukung PDIP, maka nama baiknya akan turun.
“Jika meninggalkan Teman Ahok, maka Ahok akan turun nama baiknya. Jangan lagi melirik partai. Mereka (parpol) mendukung tapi Ahok maju dengan sistem independen. Sebagai pemimpin jangan plin-plan,” pungkasnya. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta