Bela Budi Gunawan, PDIP Bongkar ‘Borok’ Abraham Samad

abrahamsamad22BeritaPrima, Jakarta - PDI Perjuangan belum bisa menerima penetapan status tersangka terhadap calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Hari ini, Plt Sekjen PDIP Hasto Krisyanto bersama mantan Kepala BIN era Presiden Megawati Soekarnoputri, AM Hendropriyono, menggelar jumpa pers untuk mengungkap ‘borok’ Ketua KPK Abraham Samad.

Jumpa pers digelar kedua tokoh itu di Jalan Cemara No. 19, Jakarta Pusat pukul 11.00 WIB. Keduanya akan memberikan testimoni mengenai sepak terjang Abraham Samad dalam Pilpres 2014. Sebelumnya memang sempat beredar tulisan panjang lebar berjudul ‘Rumah Kaca Abraham Samad’ di Kompasiana. Tulisan ini mengungkap panjang lebar sepak terjang Abraham selama Pilpres 2014 lalu.

Dalam tulisan itu, Abraham disebutkan telah bertemu dengan elite PDIP sebanyak enam kali jelang pilpres lalu. Namun dalam tulisan itu, tidak dijelaskan siapa elite PDIP yang ditemui Abraham itu untuk bicarakan soal posisi wapres untuk Jokowi.

Namun Abraham langsung bergerak cepat usai tulisan itu beredar luas. Menurut Abraham, testimoni itu merupakan sebuah fitnah belaka.

Sebaliknya, dalam jumpa pers ini, Hasto justru menjadikan tulisan tersebut untuk menyerang Abraham. Ia mengkonfirmasi semua isi tulisan tersebut. Hasto menegaskan kabar pertemuan tersebut adalah benar. Dia pun mendorong agar Samad mau berterus terang kepada publik. “Kami menyatakan berita tertulis dalam ‘Politik Rumah Kaca’ tersebut benar adanya. Dengan demikian pernyataan yang disampaikan bapak Abraham Samad itu fitnah sangat tidak tepat,” katanya.

Bahkan Hasto juga membuktikan dan mengajak para wartawan ke tempat dimana pertemuan dengan Abraham Samad berlangsung. “Itu benar, saya minta Abraham mengakui secara gentle,” kata Hasto di kantor bekas posko pemenangan Jokowi-JK, Jalan Cemara, Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Hasto menuding Abraham telah membohongi publik dengan membantah pernah melakukan transaksi politik pada Pilpres lalu. “Kepada Bapak Abraham Samad yang memimpin institusi yang sangat besar dan dipercaya publik kami harapkan untuk berani mengakui bahwa banyak pertemuan yang dilakukan, sekurang-kurangnya dengan para petinggi kedua partai politik PDIP dan NasDem, dalam kaitannya dengan proses pencalonan beliau sebagai calon wakil presiden pada pemilu presiden 2014 lalu adalah benar dan hal tersebut atas inisiatif tim sukses Bapak Abraham Samad yang berinisial D,” ungkap Hasto.

Menurut Hasto, selama ini KPK belum bisa melepaskan diri dari kepentingan politik di Tanah Air. Misalnya, kasus Sprindik yang bocor ke publik, memanfaatkan beberapa momentum dalam menetapkan tersangka, seperti ulang tahun, akan diangkat sebagai pejabat tertentu, hingga politik drama.

“Akibatnya, karena kepentingan politik oknum di dalamnya, maka penanganan korupsi besar menjadi kurang tertangani dengan baik,” lanjut Hasto. (dik)

(Visited 6 times, 1 visits today)
Kategori: CoverNews

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*