Bobol Apartemen, Seorang Wanita Paksa ‘Tindih’ Seorang Pria
BeritaPrima, Seattle - Seorang wanita bernama Chantae Marie Gilman, 28, dituduh telah melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang pria. Perbuatan itu ia lakukan setelah dirinya berhasil membobol apartemen sang korban di tengah malam.
Ibu dari tiga anak itu menegaskan dirinya memiliki kelainan. Yakni mengidap gangguan bipolar (gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrim berupa mania dan depresi) dan psikosis (kelainan jiwa yang disertai dengan disintegrasi kepribadian dan gangguan kontak dengan kenyataan) yang mengakibatkan ia naik ke tempat tidur korban saat sedang tidur.
Roger Ishimitsu, seorang Detektif, melaporkan: “Setelah korban pulang ke rumah dan tidur di tempat tidurnya, ia merasa ada yang ‘sesuatu’ yang berat menindihnya seharian”.
Korban memberikan pernyataan pada polisi, saat pukul 2 pagi ia terbangun dan menyadari Gilman, sang pelaku, yang beratnya kira-kira seberat 16 buah batu ‘menindih’ dirinya sambil memegang kedua tangannya di atas kepalanya. Ia pun meminta Gilman untuk tidak melakukan hal tersebut dan menyuruhnya pergi, tetapi Gilman menolak dan menyuruhnya untuk diam.
Pria yang identitasnya dirahasiakan ini, kemudian melaporkan kejadian yang terjadi pada Juni 2013 lalu. Gilman sendiri yang kini tinggal di Washington , AS , menolak memberi keterangan saat polisi menyambangi rumahnya.
Beberapa hari kemudian korban mengunjungi polisi di Seattle, Washington, sebelum menjalani pemeriksaan atas pelecehan seksual yang dialaminya. Polisi pada saat itu juga bermaksud menelaah dengan DNA Gilman yang sudah diekstraksi agar memberikan bukti yang lebih otentik.
Detektif Drew Fowler dari kepolisian Seattle mengatakan pada Komo News: “Dari sudut pandang statistik, ya, itu benar-benar serangan dari seorang wanita. Tapi kami bekerja untuk menahan semua orang yang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hukum secara khusus ditulis untuk menjadi gender yang adil dan kami akan mengenakan biaya siapa saja dengan kejahatan yang telah mereka lakukan.”, ujar detektif Drew Fowler seperti yang dilansir Mirror.
Gilman akhirnya mengaku bersalah dan dijadwalkan akan dihukum pada 19 Juni nanti. Permohonan dari hasil kesepakatannya mengharuskan ia untuk menjalani dua tahun masa percobaan di dalam tahanan.
(Dimas Wahyu)


