BPS: Januari 2015 Terjadi Deflasi 0,24%

BPSBeritaPrima,Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Januari 2015 terhadap Desember 2014 (month to month) terjadi deflasi 0,24 persen. Sementara itu dibandingkan dengan Januari 2014 (year on year) terjadi inflasi 0,69 persen.

“Kita lihat sejak tahun 1973 sudah 3 kali Januari mengalami deflasi yakni tahun 1973 deflasi 1,65 persen, 2009 deflasi 0,07 persen, dan tahun ini,” kata Kepala BPS Suryamin, dalam konferensi persnya di kantor pusat BPS Jakarta Pusat, Senin (2/2).

Suryamin menyebutkan, dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), 51 kota terjadi deflasi. Kota tertinggi yang mengalami deflasi yakni Padang 1,98 persen, terendah di Bandung dan Madiun 0,05 persen. Namun, masih ada 31 kota yang mengalami inflasi, tertinggi berada di Ambon sebesar 2,37 persen.

Menurutnya, deflasi diakibatkan oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. “Yang paling besar karena adanya penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga tarif angkutan dalam kota juga ikut turun, begitu juga tarif angkutan udara,” tukasnya.

Sementara, untuk kelompok bahan makanan masih terjadi inflasi 0,6 persen. “Tapi ada yang deflasi seperti buncis, kacang panjang, cabai rawit, cabai merah,” pungkasnya.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*