Tiga Konglomerat China Di Ujung Tanduk, Termasuk Bos Alibaba

jackma-alibaba

Jack Ma, Co-Founder Alibaba.

BeritaPrima, Jakarta – Nasib tiga orang miliarder asal China tengah di ujung tanduk. Mereka menghadapi kesulitan pada perusahaan mereka dikarenakan kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil. Walhasil perusahaan ketiga miliarder tersebut harus menghadapi kerugian.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (6/6/2015), ketiga miliarder tersebut yakni, Founder dan CEO Hanergy Li Hejun, Chairman of Dalian Wanda Wang Jianlin, dan Co-Founder Alibaba Jack. Berikut rinciannya

1. Li Hejun, Founder dan CEO Hanergy

Hanergy Thin Film Solar merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi. Saham perusahaan tersebut anjlok 47 persen dalam satu jam pada perdagangan akhir Mei lalu.

Data CNNMoney menyebut bahwa, perusahaan tersebut telah kehilangan hampir USD19 miliar untuk kapitalisasi pasar, dan nilai sahamnya turun USD15 miliar .

Li sebelumnya melakukan aksi buyback saham beberapa hari sebelum saham perusahaan miliknya tersebut anjlok, namun CNNMoney memprediksi bahwa langkah tersebut tidak cukup untuk membayar kerugiannya.

Sebelum anjlok, saham Hanergy melonjak 625 persen tahun lalu. Kenaikan tersebut bahkan diselidiki oleh analis maupun akuntan perusahaan.

2. Wang Jianlin, Chairman of Dalian Wanda

Dalian Wanda pemilik AMC Entertainment Holdings Inc, perusahaan yang bergerak di bidang properti dan hiburan. Perusahaan tersebut tengah diselidiki oleh Kejaksaan AS karena diduga melakukan monopoli atas film Hollywood.

AMC merupakan salah satu perusahaan besar yang memiliki 4.972 studio, dan multiplexes kecil. Wang diperkirakan mengantongi keuntungan hingga USD25 miliar pada Februari, dan membuatnya dinobatkan sebagai orang terkaya nomor dua di China.

3. Jack Ma, Co-Founder Alibaba

Ma mendirikan Alibaba di apartemen kecilnya pada 1999, namun perusahaan tersebut berhasil memecahkan rekor IPO tahun lalu. Namun perusahaan tersebut menghadapi permasalahan terkait dengan pemalsuan barang dagang.

Alibaba telah berjanji untuk memerangi masalah tersebut, dengan mencatat daftar produk yang dijual di perusahaan tersebut. Namun langkah tersebut belum cukup untuk mengawasi barang dan menghindari tuntutan hukum.

Awal tahun, pemerintah China menuduh Alibaba melakukan kegiatan ilegal.

Saham telah jatuh di pasar New York hampir 13 persen sepanjang tahun ini. Meski demikian kekayaan Ma diperkirakan USD24,5 miliar pada Februari. (feb)

(Visited 119 times, 1 visits today)
Kategori: KisahSukses

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*