Freeport Dituding Merampok Kedaulatan Bangsa
BeritaPrima.com, Jakarta - Sekelompok orang yang menamakan dirinya Front Nasionalisasi Freeport (FNF) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah lebih serius dan berani mengambil alih aset perusahaan tambang emas raksasa asal Amerika Serikat (AS) itu.
Salah seorang demonstran, Satrio Priyo Hutomo mengatakan, shalawat badar yang dilantunkan di sela aksi unjuk rasa tersebut bertujuan melecut semangat rakyat Indonesia untuk berani melepaskan diri dari penjajahan di era modern.
“Dan itu kan dalam sejarahnya Nabi Muhammad SAW berjuang melawan perbudakan manusia yang dilakukan oleh kaum jahiliyah. Jadi kita berharap shalawat itu jadi pengingat sekaligus penyemangat bangsa Indonesia bahwa untuk melepaskan diri dari penjajahan,” ujar dia, Kamis (10/12/2015).
Sementara itu, Koordinator Pusat FNF, Ide Bagus Arief menuding bahwa negara telah berkhianat kepada rakyat jika tidak berani membela rakyatnya untuk menutup Freeport di bumi cenderawasih.
“Karena jelas, selama Freeport beroperasi tidak ada keuntungan bagi rakyat Indonesia selain kesengsaraan yang ada. Untuk itu, negara harus berani menasionalisasi aset Freeport kalau mau warganya tidak mengatakan negara tidak berkhianat,” kata Ide.
Ia menuding keberadaan Freeport hanya membuat kekacauan, di mana perusahaan tersebut bertanggung jawab atas malapetaka kemiskinan di Papua, sekaligus menjadi sumber konflik kekerasan.
“Freeport lah yang siang hari bolong masuk ke dalam ‘rumah’ kita lantas mencuri semua yang kita punya. Mereka merampok kedaulatan bangsa,” keluhnya.
Massa mengawali aksi unjuk rasa ini dari kantor KPK, kemudian melakukan longmarch menuju kantor Freeport di Plaza 89 di seberang Pasar Festival, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. (feb)

