La Nyalla: Saya Dizalimi Menpora Bertahun-tahun
BeritaPrima.com, Jakarta - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menetapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka atas dugaan korupsi pembelian saham perdana atau IPO Bank Jatim pada 2015. Atas kasus tersebut, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp5 Miliar.
Menanggapi hal tersebut, La Nyalla yang merupakan Ketua Umum PSSI saat ini mengatakan bahwa dirinya menghormati keputusan tersebut dan akan menempuh jalur praperadilan.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Saya menghormati Kajati Jatim dalam penepatan sebagai tersangka masalh IPO Bank Jatim,” ujar Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti saat diwawancara iNews, Rabu (16/3/2016).
La Nyalla menjelaskan bahwa pembayaran utang sudah dilakukan pada 20 November 2012. “Saya bikin surat pengakuan utang agar terjadi balance,” lanjutnya.
Lebih lanjut, La Nyalla mengatakan bahwa penentapan yang dilakukan oleh Kajati Jatim sudah terlambat. Harusnya, kata dia, penetapan harus dilakukan pada saat itu. “Sudah terlambat kalau jadi tersangka. Seharusnya pertama (saat itu). Kenapa harus sekarang,” pungkasnya.
La Nyalla Mattalitti pun menjelaskan bahwa penetapan status tersangka yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur merupakan permainan yang dilakukan beberapa pihak.
La Nyalla menegaskan bahwa langkah tersebut pasti dilakukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait dirinya yang saat ini masih menjabat ketua PSSI.
“Sekalipun tersangka, saya tidak dapat digulingkan,” serunya saat diwawancara iNews, Rabu (16/3/2016).
La Nyalla menyatakan bahwa saat ini dirinya sudah dizalimi sekian tahun oleh Menpora. Bahkan, lanjut, dia, meski sudah mendapat 92 suara saat kongres luar biasa (KLB) PSSI di Surabaya, ia masih mendapat tekanan dari pemerintah lewat Menpora.
“Saya pikir Menpora itu. Sudah KLB. Saya bertahan agar publik tahu. Saya dapat 92 di KLB Surabaya tetap dizalimi sekian tahun,” lanjutnya.
Oleh karenanya, La Nyalla tetap akan bertahan meski tengah mendapat tekanan dari beberapa pihak. Bahkan, ia menyidir Menpora yang selalu menyebut PSSI mafia.
“FIFA dikatakan mafia. PSSI mafia, semua dikatakan mafia oleh menpora. Ngomongnya halus-halus sama kita, saya (maksudnya) memang menyindir Menpora,” serunya lagi.
Lebih lanjut, ia menggaris bawahi bahwa dirinya tetap yakin dengan pendiriannya sebagai Ketua Umum PSSI. “Saya tetap yakin. Insya Allah saya siap. Sumpah demi Allah saya menjaga amanah,” pungkas dia. (dik)

