Lagi, Seorang Tersangka Korupsi Pengadaan Simulator ATC Ditahan

kejagungsBeritaPrima, Jakarta - Kejaksaan Agung kembali menahan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator Air Traffic Control (ATC) di PT Angkasa Pura II pada 2004. Kali ini Kejagung menahan Direktur PT Toska Citra Pratama, Reza Gunawan.

“Tersangka RG, hari ini diperiksa mengenai proses dan kronologi keikutsertaan PT Toska Citra Pratama dalam pengadaan simulator ATC di PT Angkasa Pura II,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Tony T Spontana, di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut Tony, dalam pemeriksaan hari ini, penyidik Kejagung menanyakan seputar kronologi awal keikutsertaan perusahaan yang dipimpin oleh Reza, hingga menjadi pemenang tender dan pelaksana pengadaan simulator ATC. Tony mengatakan, diduga ada prosedur yang tidak sesuai ketentuan dalam mekanisme tersebut, sehingga simulator ATC akhirnya tidak dapat digunakan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik akhirnya melakukan penahanan terhadap tersangka di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 hari. Hal itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Print-49/F.2/Fd.1/04/2015, tanggal 13 April 2015.

Sebelumnya, pada 1 April 2015, penyidik Kejagung telah menahan empat tersangka lainnya dari PT Angkasa Pura II, yaitu mantan Inventory Fixed Asset Manager Endar Muda Nasution, mantan Kasubdit Air Trafic Service Novaro Martodihardjo, mantan Manager Electronic Fasility Planing Susianto, dan mantan Air Traffic Service Planing and Quality Assurance Manager Sutianto.

Kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ATC untuk Bandara Soekarno-Hatta, pada 2004 ini diduga telah meyebabkan kerugian uang negara sebesar Rp 7,4 miliar. Pengadaan simulator ATC tersebut sangat penting karena dapat digunakan untuk simulasi semua kegiatan yang dilakukan pengendali lalu lintas penerbangan ketika melakukan tugas pelayanan pengendalian pendaratan (approach) dan perjalanan pesawat (en-route).

Selain itu, simulator tersebut juga dipergunakan sebagai indikator kompetensi pengetahuan dan kemahiran seluruh pengendalian lalu lintas udara di lingkungan PT Angkasa Pura. Alat tersebut juga digunakan untuk mengevaluasi prosedur pengendalian lalu lintas penerbangan. (dik)

(Visited 21 times, 1 visits today)
Kategori: Korupsi

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*