Polda Jabar Telah Tangkap 11 Perampok Toko Emas

Kapolda Jabar Irjen Pol Muhammad Iriawan

Kapolda Jabar Irjen Pol Muhammad Iriawan

 

BeritaPrima, Bandung - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jendral Mochamad Iriawan mengatakan, polisi telah menangkap 11 anggota komplotan perampok dua toko emas di Kabupaten Bandung Barat. Dua di antara pelaku adalah oknum anggota TNI AL berpangkat tamtama, berinisial S dan IJ.

“Oknum TNI tersebut menyebutkan mengantar pelaku melebur emas ke tersangka, namun tidak terlibat langsung ke tempat kejadian perkara,” ujar Iriawan saat jumpa pers di Markas Polres Cimahi, Rabu, (20/5/2015).

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Polres Cimahi, selain bertugas mengantar para pelaku, salah satu oknum TNI tersebut pun berperan sebagai pengawal para pelaku yang melakukan perampokan di toko emas di Kecamatan Cipongkor. Anggota TNI ini mengawal pelaku saat keluar dari Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, menuju ke daerah Bekasi. Untuk keperluan penyidikan, kedua oknum TNI tersebut langsung dilimpahkan ke Polisi Militer Angkatan Laut.

Adapun aksi perampokan tersebut, menyasar dua toko emas di Kabupaten Bandung Barat, diantaranya toko emas Barokah di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga pada 8 Maret 2015 dan toko emas Subur Putra di desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor pada 26 April 2015. Dua aksi perampokan tersebut dilakukan pada siang hari. Adapun dalam aksinya, para pelaku membawa senjata api rakitan. Iriawan mengatakan, dua aksi perampokan tersebut dilakukan oleh satu jaringan. “Setelah kejadian kami terus menganalisa apakah kejadian pertama ada kaitannya dengan kejadian kedua, ternyata memang ada,” ujar Iriawan.

Menurut dia, kerugian yang dialami oleh kedua toko emas tersebut mencapai Rp 4,7 miliar dari 8 kilogram dan 1,8 kilogram emas yang digasak. Dalam aksinya mereka menggunakan senjata api rakitan untuk menakut-nakuti pemilik toko atau warga yang menghadang. Iriawan pun mengatakan, emas yang berhasil digondol oleh perampok tersebut dijual ke jaringan penadah yang mereka kenali. Dalam menjual emas-emas tersebut, sebagian dilebur untuk dijadikan emas yang baru. “Ada yang dilebur menjadi emas baru dan ada yang langsung dijual. Mereka sudah punya link, emas betul-betul pencurian yang mudah sekali. Tidak kelihatan seperti mencuri mobil,” kata dia.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 16 times, 1 visits today)
Kategori: Kriminal

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*