Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Selasa , 2 Agustus 2016
Pembunuhan2

Kalah Duel, Pemuda Ini Bunuh ABG Dengan Pisau Lalu Membakarnya

BeritaPrima.com, Tuban - Aksi pembunuhan terhadap Ahmad Gilang Ramadan (17), ABG asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban dengan cara dibakar telah direncanakan oleh pelaku yang bernama Sigit alias Surip dengan mengajak tiga temannya.

Sigit nekad membakar korban dengan alasan untuk menghilangkan jejak supaya tidak berhasil diketahui. Namun sebelum membakar korban, Sigit yang menjadi otak pembunuhan itu semula mengajak duel korban. Tetapi pelaku kalah sehingga kemudian pelaku mengeluarkan pisau lipat.

“Awalnya mengertak saja akan membakarnya. Tapi karena takut campur bingung akhirnya saya bakar, memang biar tidak ketahuan,” ujar Sigit Lisan Budi Santoso (26), otak pelaku pembunuhan ABG dengan cara dibakar, Selasa (26/7/2016) saat di Mapolres Tuban.

Adapun kronologi kasus pembunuhan terhadap Rama, panggilan korban berawal saat pelaku mengajak Rama untuk bertemu. Kemudian mereka berjanjian di warung kopi yang ada di kawasan Manunggal, Kabupaten Tuban.

Korban yang saat itu bersama temannya cewek didatangi pelaku yang berjumlah empat orang. Sigit yang saat itu sudah emosi meminta jawab korban apakah benar bahwa Rama yang memberikan informasi kepada polisi dan membuat adik pelaku ditahan.

“Setelah bertemu pelaku mengajak korban untuk tarung dan kemudian mereka ke lokasi di Dusun Pangklangan, Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak. Mereka sempat duel, karena hampir kalah pelaku langsung mengambil pisau,” terang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadly Samad, Kapolres Tuban.

Pelaku Sigit itu kemudian menikam korban dengan pisau lipas sebanyak 5 kali mengenai perut dan punggung. Setelah korban mengalami luka tak berdaya, pelaku menyiramkan bensin yang telah dibawa dan langsung membakar Rama.

“Setelah membakar korban, para pelaku langsung kabur. Memang para pelaku ini sudah merencanakan pembuatannya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban,” sambung Fadly Samad.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *