Atas pengakuan mereka, Waluya menyatakan belum meyakini dan masih harus dilakukan pengembangan buat pembuktian. Termasuk mencari barang bukti lain.
“Kami masih menyelidiki motif kasus ini, sambil mengumpulkan bukti lain. Soal benar tidaknya pengakuan mereka, tentu akan dibuktikan nanti dalam berkas pemeriksaan berdasarkan olah TKP,” tutup Waluya.
Meski demikian, polisi belum meyakini pengakuan lima lelaki menyatakan sebagai pelaku pembunuh Artawan.
Polisi menyatakan akan mendalami segala petunjuk dalam kasus itu. Mereka enggan terkecoh dengan pengakuan palsu dan keliru menetapkan tersangka. Sebab dari pemeriksaan awal, penyidik menemukan perbedaan dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, dengan keterangan kelima lelaki itu.
“Kami tidak ingin ada pelaku KW-KW-an. Karena itu, mereka yang mengaku sebagai pelaku pembunuhan ini masih kami kembangkan. Barang bukti dua buah pedang sudah kami periksa ke lab forensik. Kami juga akan menggelar pra rekonstruksi,” tambahWaluya.
Waluya juga menyebutkan masih mendalami beberapa kejanggalan dalam perkara itu. Sebab dari pengakuan kelima lelaki itu, peristiwa itu terjadi spontan diawali insiden serempetan kendaraan pelaku dan korban di jalan raya.
“Semua pengakuan mereka itu sifatnya masih sementara. Masih dibutuhkan keterangan dan bukti lain untuk meng-cross checknya,” ujar Waluya.
Waluya hanya memastikan, kelima lelaki itu merupakan anggota sebuah ormas di Bali.
“Mereka memang seluruhnya anggota ormas juga. Ini yang kita dalami motifnya. Benarkah karena spontanitas saja atau apa,” imbuh Waluya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta