BeritaPrima.com, Jakarta - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno menegaskan, tidak setuju kalau ada Ketua RW yang dipecat karena tidak sepakat dengan kebijakan Qlue dari Pemerintah Provinsi Jakarta.
|
Berita Terkait
|
“Saya enggak setuju karena RT dan RW itu kan dipilih oleh warga Jakarta khususnya,” kata Sandi Uno di Jalan Haji Junib RT 08 RW 07, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (29/5/2016).
Menurutnya, ketua RT dan RW itu adalah ujung tombak masyarakat dan perannya yang sangat dekat dengan warga DKI. “Mereka adalah ujung tombak yang paling dekat dengan warga,” lanjut Politisi Gerindra itu.
Ia pun merasa prihatin, seharusnya Pemprov DKI lebih bisa menggunakan cara-cara dan pemikiran konsep yang lebih terbuka komunikasinya.
“Ya Prihatin. Harusnya kita gunakan konsep lebih dialogis dan lebih terbuka komunikasinya,” sebut ketua umum asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia tersebut.
Jika ingin membangun kota Jakarta, kata dia, diperlukan kerjasama yang baik dan sumbangsih yang memang dari masyarakat dan karena itu dibutuhkan peran dari para ketua-ketua RT/RW agar menuju DKI yang lebih baik.
“Karena kota yang ingin kita bangun bersama ini perlu sumbangsih dari RT dan RW seluruh Jakarta,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua RW 012 Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Agus Rizal diberhentikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama hanya karena enggan mengikuti kebijakan soal memposting di aplikasi Qlue. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta