Dengan menjadi tempat berjualan, dia mengaku belum sekalipun menjadi tempat home stay bagi wisatawan. Jika pun memang ada yang memanfaatkan rumah berukuran 3 x 5 m itu, dia akan menempatkan wisatawan di sana bersama barang jualannya.
“Ya, barang jualannya tidak saya singkirkan. Wisatawan bisa di rumah Majapahit ini bersama barang jualan,” katanya.
Mengenai konsep home stay, ibu muda ini mengaku belum
sekalipun mendapatkan pelatihan dari pemerintah untuk memanfaatkan rumah itu. Makanya, dia tak punya gambaran pemanfaatan yang sebenarnya.
“Kalau yang dari pemerintah, selama ini tak ada pelatihan,” katanya.
Tak hanya terjadi di Desa Bejijong saja. Pemanfaatan rumah Majapahit di Desa Sentonorejo juga tak jelas.
Ada rumah Majapahit berukuran 3 x 6 m yang digunakan usaha salon kecantikan. Selain itu, ada juga beberapa rumah Majapahit yang digunakan sebagai ruang tamu.
Makanya, bagian dalam rumah berdinding batu bata itu dipermak dengan dicat. Ini salah satunya terjadi di rumah Sutrisno (76), warga Dusun Kedaton Desa Sentonorejo.
BeritaPrima.com Bicara Fakta