Dia menuturkan, setelah selesai dibangun, sampai saat ini tak ada pelatihan dari pemerintah terkait cara melayani wisatawan. Makanya, dia lebih banyak memanfaatkannya untuk ruang tamu.
“Sama sekali tak ada pelatihan tentang ini. Kalau ada wisatawan yang mau datang, hanya ada surat pemberitahuan saja,” tuturnya.
Hal serupa juga terjadi di rumah Wati (40), warga Dusun Baton Desa Sentonorejo. Ketika tak ada wisatawan yang menginap, dia hanya memanfaatkan rumah itu untuk ruang tamu saja.
“Kalau ada turis datang, mereka biasanya lesehan di situ,” ujarnya. (ren)
BeritaPrima.com Bicara Fakta