BEM UI Tekankan Jadi Mitra Kritis Pemerintah
BeritaPrima, Jakarta - Masih dalam hal mengenai Gerakan 20 Mei, investigasi terkait terus berlangsung. Terkait isu mengenai gerakan tersebut mengundang para mahasiswa untuk memperdebatkannya. Pasalnya, BEM UI juga masih bersikap enggan untuk menggulingkan Jokowi-JK karena berbagai alasan. BEM UI menekankan bahwa mereka menjadi mitra kritis pemerintah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Andi, ketua BEM UI. “Kita Sejauh ini masih menjadi mitra kritis pemerintah. Artinya, misalkan terjadi hal-hal yang perlu kritisi terhadap pemerintah ya perlu kita kritisi. Dalam artian, kita masih mencapai taraf kesimpulan bahwa kondisi saat ini yang perlu kita lakukan adalah bukan menggulingkan rezim, tetapi membangunkan rezim yang sedang tertidur. Itu yang menjadi sikap kita terkait 100 hari pemerintahan Jokowi,” tegas si pemimpin gerakan kampus ini dalam wawancara eksklusif di Fakultas Hukum UI pada senin (13/4/2015), pukul 10.15.
Andi juga mengakui bahwa selama ini, pemerintah Jokowi-JK gagal dalam memimpin. Bahkan, hal ini bisa dikatakan lebih gagal dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Bagi Andi, pemerintahan ini adalah pemerintahan yang selalu melakukan kesalahan-kesalahan.
“Harus diakui memang ini 6 bulan dari berlangsungnya pemerintahan ini ialah yang paling gagal, jika dibandingkan dengan rezim SBY-JK, ataupun SBY-Boediono. Ini (rezim Jokowi-JK) adalah pemerintahan yang pallng banyak blunder-nya selama 6 bulan,” ujar Andi.
Andi juga menawarkan solusi dengan melakukan reshuffle cabinet. Walau masih terlihat kurang tajam, tapi solusi terbaik darinya adalah hal tersebut.
“Solusi terbaiknya itu bukan pada agenda menggulingkan rezim tetapi masih banyak solusi lain, seperti misalkan kita melihat menteri yang banyak tidak perform. Harapan yang bias kita perjuangkan adalah bisa kemudian reshuffle cabinet, bukan mengganti pucuk pimpinannya,” imbuhnya.
(Agil Kurniadi)


