Dalam 2 Minggu, 8 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Bali
BeritaPrima, Denpasar - Minggu (10/1/2015) malam lalu, MW (15) menangis sembari memandangi ponselnya. Siapa sangka, Senin (11/1/2015) siang, dia tewas tergantung di dapur rumahnya di Dusun Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kasus yang menghebohkan ini terungkap. MW nekat bunuh diri dipicu persoalan sepele, karena ponselnya dianggapnya sudah lawas. Sementara ia belum dibelikan ponsel baru. Kasus bunuh diri yang mengejutkan di awal tahun 2015 adalah yang dilakukan mantan Ketua DPRD Denpasar I Wayan Darsa pada 9 Januari lalu.
Berdasarkan data di Subbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidang Humas Polda Bali, tak sampai 2 minggu, pada Januari 2015 ini sudah ada delapan kasus bunuh diri di Bali. Padahal, pada Januari 2014 lalu, selama sebulan baru tercatat 10 kasus bunuh diri.
Data PID Bidang Humas Polda Bali merinci, selama 2013 jumlah kasus bunuh diri di Bali sebanyak 95. Sedangkan pada 2014, kasus bunuh diri mencapai 120. Itu berarti dari 2013 ke 2014, ada peningkatan jumlah orang bunuh diri di Bali sekitar 26 persen. Dengan jumlah bunuh diri 120 orang selama 2014, maka rata-rata setiap sekitar 3 hari sekali ada orang bunuh diri di Bali.
“Selama 2014, jumlah orang bunuh diri di Bali yang tercatat di kami sebanyak 120,” kata Kepala Subbid PID Bidang Humas Polda Bali, AKBP Ni Ketut Sulasih pekan lalu .
Itu adalah angka bunuh diri yang tercatat secara resmi di kepolisian. Bisa jadi, angka riil bunuh diri lebih besar, karena kemungkinan ada juga kasus yang tidak dilaporkan ke kepolisian.
Berdasarkan wilayah, kasus bunuh diri terbanyak terjadi di Kabupaten Karangasem, berjumlah 24 orang atau setiap bulan rata-rata 2 orang bunuh diri di Karangasem.
Setelah Karangasem, angka bunuh diri terbanyak berikutnya terjadi di Buleleng dan Tabanan masing-masing 18 orang, Bangli 16 orang, Gianyar 14, Badung 13, Jembrana 13, Denpasar 4 dan Klungkung 3 orang.
Pada tahun 2013, kasus bunuh diri tertinggi juga ada di Karangasem, sebanyak 23 orang, kemudian Buleleng 20 orang, Bangli 11, Gianyar 9, Denpasar dan Jembrana masing-masing 8, Tabanan 7, Badung 6, Klungkung 3 orang.
Sebagai perbandingan, jumlah bunuh diri di Bali ini mengalahkan jumlah korban tewas akibat bencana alam di provinsi ini, yang hanya 1 orang selama 2014. Sedangkan jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya di Bali selama 2014 sebanyak 577 jiwa. (ren)

