Menteri Tedjo: Kisruh KPK vs Polri Dievaluasi Kompolnas

tedjo

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno menyatakan Kompolnas akan mengevaluasi kisruh KPK versus Polri.

BeritaPrima, Jakarta - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno menyatakan Kompolnas akan mengevaluasi kisruh KPK versus Polri yang berlanjut dengan penangkapan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, pada Jumat dini hari, 1 Mei 2015 kemarin.

“Kita akan evaluasi dengan sebaik-baiknya. Sehingga kisruh KPK dengan Polri ini tidak berlanjut,” ujarnya.

Dia juga mengatakan tidak akan terburu-buru dengan wacana mereformasi Polri dengan menempatkan institusi Polri di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri.

Terkait dengan wacana revisi Undang-undang Polri, dia menuturkan akan mempelajari dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, hal tersebut untuk meminimalisir desakan revisi UU Polri setiap terjadi kasus seperti saat ini.

“Perlu kita dudukkan persoalan ini secara tepat dan benar,” katanya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin, 4 Mei 2015.

Untuk membahas persoalan KPK versus Polri, hari ini Kompolnas akan menggelar rapat untuk mencari solusi agar tidak terjadi kisruh pada kasus yang sama.

“Solusinya rapat hari ini, saya tidak pada posisi pribadi untuk memberikan solusi. Tetapi nanti akan kami diskusikan dan bicarakan,” katanya.

Sebelumnya Novel Baswedan ditangkap Bareskrim Mabes Polri pada Jumat, 1 Mei 2015 dini hari, dan pada Sabtu 2 Mei 2015 status penahanan Novel Baswedan ditangguhkan setelah sebelumnya petinggi KPK dan Polri menggelar pertemuan tertutup.

Penyidik senior KPK itu ditahan Bareskim terkait dugaan kasus penganiayaan pencuri sarang burung Walet di Bengkulu pada 2004 silam. Namun banyak pihak yang mengganggap penangkapan ini buntut dari perseturuan KPK dan Polri. (dik)

(Visited 12 times, 1 visits today)
Kategori: Pemerintah

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*