Pelaku Bunuh Pekerja Seks Deudeuh Karena Sakit Hati Dibilang Bau

tataachubby

Deudeuh dibunuh pelaku saat berhubungan badan.

BeritaPrima, Jakarta - Janda muda pekerja seks online, Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata diduga dibunuh saat berhubungan seks dengan pelaku di dalam kamar kosan.

Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan, mengatakan pelaku berinisial RS itu mengaku nekat menghabisi nyawa korban, karena Deudeuh menyindir bau badan pelaku saat tengah berhubungan badan.

“Pelaku sakit hati dan mengaku spontan melilitkan kabel alat pengering rambut ke leher korban,” ujar AKBP Herry Heryawan, di Mapolda Metro Jaya.

Agar Deudeuh tidak bisa berteriak, RS menyumpalkan kaos kaki berwarna hitam ke mulut korban. “Kaos kaki itu milik pelaku dan memang sengaja disumpalkan ke mulut Deudeuh karena ia sakit hati disindir bau badan,” kata Herry Heryawan.

Kaos kaki yang disumpalkan ke mulut Deudeuh adalah kaos kaki yang dikenakan RS, kaos kaki itu berwarna hitam dan ditemukan masih tersumpal di mulut korban saat jasad korban ditemukan penghuni kos.

RS merasa terhina karena saat berhubungan badan, korban selalu menutup hidungnya dengan tangan.

Herry menuturkan, RS adalah seorang guru bimbingan belajar, ia berkenalan dengan Deudeuh melalui jejaring sosial Twitter sejak bulan Maret lalu.

“Pelaku dan korban janjian di kamar kos korban untuk memberikan jasa sesuai dengan profesi yang digeluti korban,” kata Herry.

Saat mengunjungi Deudeuh di Tebet, Jakarta Selatan. RS yang diketahui berkantor di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat selalu menggunakan jasa kereta api listrik (KRL).

“RS sering datang ke kosan Mpih (Deudeuh), datangnya sering naik kereta. Dari stasiun Tebet naik ojek ke kosan,” kata Andri salah satu tetangga korban, Rabu 15 April 2015.

Andri memperkirakan RS sudah tiga kali datang ke kos Deudeuh. “Pokoknya sering melihat dia datang,” ujarnya.

Namun, di hari terakhir kematian Deudeuh, kondisi kos memang sedang lengang karena sebagian besar penghuni di kosan yang memiliki 27 kamar itu belum pulang kerja.

RS diringkus polisi di wilayah Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Ia ditangkap setelah empat hari diburu.

Kepada penyidik Polda Metro Jaya, RS mengaku tidak pernah merencanakan aksi pembunuhan, ia nekat membunuh Deudeuh karena sakit hati dihina Deudeuh karena memiliki bau badan yang tidak sedap.

“Pengakuan sementara ini, tersangka membunuh korban tidak direncanakan,” ujar Herry Heryawan.

Pengakuan RS itu tidak begitu saja membuat penyidik percaya. Penyidik akan melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini.

“Kita akan terus selidiki motif pembunuhan itu, bukan hanya sekadar dari pengakuan pelaku,” kata Herry.

Deudeuh Alfi Sahrin ditemukan tak bernyawa di kamar kosannya di Jalan Tebet Utara 15-C Nomor 28 RT007/10 Tebet Timur, Jakarta Selatan, sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu 11 April 2015.

Tim identifikasi menemukan korban tewas dengan kondisi mulut disumpal kaos kaki, leher dijerat kabel dan tubuh tanpa busana. Dari hasil auptosi, ia diperkirakan tewas 10 jam sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. (dik)

(Visited 90 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa
Tags: #Pembunuhan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*