Partai Republik Tanggapi Sinis Kesiapan Hillary Clinton Jadi Presiden AS

Hilllary Clinton

Bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton

BeritaPrima, Washington - Bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton secara resmi mengajukan diri sebagai calon Presiden Amerika Serikat pada Minggu, (12/4/2015). Pernyataan kesiapannya untuk maju disampaikan Hillary dalam sebuah video di website pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, Partai Republik mencoba menghubungkan Clinton dengan Presiden AS saat ini, Barack Hussein Obama. Mereka mengatakan memilih Clinton tidak ada bedanya dengan memberikan Obama masa jabatan ketiga.

“Hillary Clinton mewakili hal terburuk berasal dari mesin (kepengurusan Obama) Washington-arogansi kekuasaan, korupsi yang ditutup-tutupi, konflik kepentingan, dan kepemimpinan gagal dengan hasil yang mengecewakan,” kata calon presiden dari Partai Republik, Randy Paul.

Pernyataan kesediaan Clinton maju sebagai calon Presiden juga menuai reaksi dari kelompok media. Greg Milam, koresponden Sky AS yang berada di Iowa, mengharapkan dapat menyaksikan langsung pidato Hillary.

“Dia membuat kami menunggu untuk itu. Namun pengumuman itu keluar seperti yang diharapkan berasal dari media sosial Hillary Clinton. Pencalonan itu datang dalam e-mail John Podesta, veteran Gedung Putih Obama, dan sekarang menjadi bagian dari tim Hillary Clinton,” ujar Milam.

Tim Hillary diyakini akan melakukan penghematan selama masa kampanye, belajar dari pengalaman kemenangan Obama atas dirinya yang memanfaatkan media sosial dengan biaya kecil dan mendulang mayoritas suara.

Dalam pernyataan di situs resminya, Hillary mengatakan, “Saya mencalonkan diri sebagai presiden. Amerika telah berjuang dengan cara mereka untuk bangkit dari masa ekonomi yang sulit. Setiap hari orang Amerika membutuhkan juara dan saya ingin menjadi juara itu.”

(Aditya Sanjaya)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Kategori: Dunia

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*