Pemerintah Thailand Himbau Remaja Tidak Ngeseks di Hari Valentine

Gaya pacaran remaja Thailand. (Foto: BeritaPrima/bangkokpost)

Gaya pacaran remaja Thailand. (Foto: BeritaPrima/bangkokpost)

BeritaPrima, Bangkok - Menjelang hari Valentine, pemerintah Thailand menghimbau agar para remaja yang dimabuk asmara tidak bertindak diluar batas, melakukan hubungan seks diluar nikah misalnya.

Have a special meal but no sex.” Itulah slogan yang dikampanyekan Moral Promotion Center (MPC) agar masyarakat sadar tingkat kehamilan dan penyakit seksual yang tinggi di negara gajah putih itu.

“Kita bermaksud untuk mencegah remaja-remaja disekitar kita berbuat amoral,” ujar juru bicara dari MPC, Kamis, (12/2/2015).

Pemerintah menyarankan, daripada remaja-remaja ini melakukan hubungan seks, lebih baik mereka melakukan makan malam bersama. Tidak lupa mereka mengingatkan untuk para pasangan kembali ke rumahnya masing-masing.

Organisasi pemuda di Thailand juga meluncurkan kampanye menjelang hari Valentine untuk menekan angka hubungan seksual setelah mabuk yang banyak terjadi di negara itu.

Noomyai Mashin ialah pendiri situs bertajuk ’14 tanpa alkohol’ yang mengacu pada hari Valentine tanggal 14 Februari tanpa minuman beralkohol. Dia mengatakan dari riset terhadap 1.000 orang yang mereka lakukan baru-baru ini, lebih 50% orang yang melakukan hubungan seksual setelah mabuk.

Dari jumlah ini, kata Mashin, satu dari empat orang tidak menggunakan kondom.

Fenomena ini mengemuka di tengah hasil survei media yang menunjukkan remaja di Thailand memilih hari Valentine sebagai hari yang tepat untuk melepas keperawanan.

Untuk meredamnya, kelompok yang bermarkas di Chiang Mai, Thailand utara, ini menulis surat kepada walikota setempat, berisi seruan agar tidak menjual minuman beralkohol di kafe-kafe pada hari Valentine.

Guna menekan angka kehamilan pada remaja, pemerintah Kota Bangkok membagikan 3.500 kondom menjelang Valentine di sejumlah klinik.

Secara keseluruhan pada tahun ini pemerintah Thailand akan menyediakan 3,5 juta kondom di puluhan klinik dan 10 rumah sakit.

“Anak-anak muda yang berpacaran dan saling jatuh cinta, lebih baik pergi jalan-jalan atau pergi ke vihara (untuk berdoa),” kata pejabat pemerintah kota Bangkok, Pirapong Saicheua, kepada kantor berita Reuters.

“Jangan memikirkan sesuatu yang tidak layak pada usiamu (remaja),” tambahnya.

Sejumlah komentar di Facebook BBC Thailand menanggapi seruan ini, antara lain dengan mengatakan yang penting adalah perlindungan bukan pelarangan.

Anyanee Terkelsen menulis, ‘Sulit untuk melarang anak muda untuk tidak melakukan hubungan seksual. Yang perlu dipastikan mereka melakukannya secara aman.’

Sementara Sopa Sopa Mung Mungkiatsakul menulis, ‘Anak muda tidak pernah menunggu Valentine untuk melakukan hubungan seksual. Mereka melakukannya setiap hari.’

Thailand termasuk dalam Negara dengan angka kehamilan usia dini tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dari data statistik Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menunjukkan, 54 dari 1000 anak perempuan di Thailand antara umur 15 dan 19 sudah melahirkan setiap tahunnya.

Kementerian dalam hal ini menjelaskan, semakin banyaknya kehamilan dini di Thailand mengakibatkan banyaknya klinik-klinik aborsi illegal.

Sementara itu MPC, disisi lain mereka menyalahkan semakin maraknya remaja berbuat asusila karena gencarnya berhubungan melalui social media dan aplikasi perjodohan.

(Dimas Wahyu)

 

(Visited 461 times, 1 visits today)
Kategori: Dunia
Tags: #Valentine

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*