Tommy Sebut Sindiran Golkar Kubu Agung Laksono Asbun

Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soehartomengakui kalau Golkar bukan parpol milik keluarga Cendana.
BeritaPrima, Jakarta - Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto menanggapi sindiran kubu Agung Laksono yang menyebut Golkar bukan partai milik Cendana. Putra Mantan Presiden Soeharto ini sama sekali tak membantah pernyataan tersebut.
“Akhir-akhir ini banyak yang mengatakan Golkar bukan partai dinasti, itu betul. Golkar memang partai rakyat, bukan partai dinasti seperti PDIP/ Demokrat,” tutur melalu akun Twitternya @HutomoMP_9, Jumat (24/4/2015).
Karenanya, menurut Tommy, merupakan hal wajar jika dirinya menyerukan perdamaian di tubuh Golkar, sebab Golkar merupakan partai rakyat.
“Jadi saya rasa kalau kemudian saya menyerukan perdamaian di tubuh Partai Golkar wajar, Golkar kan bukan partai hak milik orang-orang yang berebut,” katanya.
Kepada pihak-pihak yang menyindirnya, Tommy menyebut mereka berpikir asal bunyi (asbun).
“Ramai-ramai mengatakan Golkar bukan partai dinasti akan tetapi masing-masing merasa paling berhak memiliki partai, apa itu kalau bukan pemikiran asbun,” tegasnya.
Bagi Tommy hanya Munas Luar Biasa (MLB) merupakan cara yang tepat untul menyelamatkan partai beringin itu. “Tidak ada cara Lain selain Munas Luar Biasa, dari pada menunggu partai Ini hancur, silakan adakan pertemuan rekonsiliasi damai, kalau waras,” ujar Tommy.
Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar, Andi Sinulingga menegaskan Partai Golkar bukan partai dinasti.
“Golkar bukanlah warisan (Presiden kedua RI) Soeharto untuk anak dan keluarganya. Apalagi keluarga Cendana pernah bikin Partai PKPB yang dipimpin oleh (anak Soeharto) Mbak Tutut dan Jenderal (Purn) Hartono,” ujar politisi Golkar kubu Agung Laksono ini.
Oleh karena itu, lanjut Andy, jika Tommy ingin maju dalam pemilihan Ketua Umum Golkar, maka ia tidak boleh mengandalkan sejarah bapaknya, Soeharto. Sebab Golkar tidak boleh dipandang sebagai partai warisan. (dik)

