Tommy Soeharto: Mau Disatukan Kok Curiga, Sudah Dibayar Berapa Harga Dirimu?

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta - Politikus Partai Golkar asal Keluarga Cendana, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) berupaya memediasi konflik kepengurusan partainya. Namun upaya tersebut gagal karena salah satu kubu tidak datang.
Belakangan, Tommy merasa dicurigai. Padahal, ia mengklaim dirinya hanya untuk menyelamatkan Golkar dari potensi kegagalan ikut Pilkada serentak pada 2015 ini. Setelah itu, Tommy menuding ada sekelompok orang yang dibayar terkait Golkar.
“Mau disatukan kok banyak yang curiga. Sudah di bayar berapa harga diri anda? Apa mau sekalian si pembeli harga diri anda saya borong,” ujar Tommy lewat akun twitter-nya, @HutomoMP_9, Rabu (13/5/2015).
Setelah itu, ia menyerukan agar semua kader menyatukan Golkar. Bukan malah berusaha Golkar ikut Pilkada.
“Harusnya sadar diri berusaha menyatukan Golkar, kok malah berusaha menggagalkan. Apa memang anda-anda berniat menggagalkan Partai Golkar ikut Pilkada?,” ucapnya.
Sebelumnya, pengamat politik AS Hikam menilai, jika Golkar gagal ikut Pilkada, maka partai beringin tersebut akan dianggap sebagai partai gurem. Absennya Golkar juga akan mengubah peta persaingan Pilkada. Ia memperkirakan pendukung Golkar akan beralih ke PDIP dan Gerindra.
Konflik kepengurusan Golkar sendiri sudah memasuki sidang tahap akhir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Senin pekan depan, hakim akan memutuskan siapa pengurus sah Golkar. (feb)

