Program Lenggang Jakarta Molor Hingga April Mendatang

Lapangan Monas

Lapangan Monas di Jakarta Pusat

BeritaPrima, Jakarta - Penataan pedagang kaki lima (PKL) Monumen Nasional (Monas) dengan program Lenggang Jakarta kembali molor hingga April mendatang. Padahal, program ini sudah ditargetkan beroperasional sejak November 2014 lalu.

“Harusnya April ini kami buka, tinggal tunggu (pasang gardu) listriknya saja,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Senin (30/3/2015).

Basuki mengaku sedang mempersiapkan aturan hukum kontrak dengan pihak swasta sekaligus CSR (corporate social responsibility), Rekso Group untuk melatih serta membina PKL selama lima tahun. Sementara itu, para PKL harus tertib membayar retribusi perhari yang diautodebet tiap bulan dengan kartu ATM Bank DKI.

“Kalau (Lenggang Jakarta) ini kami kerjain sendiri, belum tentu sebagus pihak swasta kasih. Saya pengennya paksa dia (Rekso Group), kamu jangan cuma kasih barang dong, kamu mesti lima tahun melatih orang kami nih dan pedagang ini akan jadi aset buat kami,” kata Basuki.

“(Rekso Group) sudah kasih (CSR) ke kami, saya paksa dia lima tahun melatih PKL terus mereka (Rekso Group) harus bayar sewa? Itu mah namanya keterlaluan, ini kan memang barang yang enggak pernah terpikir dari dulu, jadi mesti kami siapkan aturan hukumnya,” kata Basuki.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Joko Kundaryo menjelaskan seremonial operasional Lenggang Jakarta dilaksanakan awal April ini. Pihaknya sudah melakukan pengundian lokasi berdagang para pedagang.

Ia juga memastikan, pedagang tidak menjajakan barang dagangan sejenis. Misalnya hanya seorang pedagang yang menjual nasi goreng, ketoprak, dan lain-lain.

Sekitar 339 PKL Monas yang telah terdaftar oleh Dinas KUMKMP DKI Jakarta bakal dipindahkan ke program Lenggang Jakarta. Semua pedagang yang terdaftar bakal memiliki kartu identitas yang dilengkapi dengan kartu ATM Bank DKI.

Lenggang Jakarta ini merupakan program CSR Rekso Group dan Sosro. Mereka bakal memberi pembinaan selama lima tahun bagi para pedagang untuk menjajakan dagangan yang sehat. Mereka juga akan dilatih untuk hidup higienis dengan mencuci tangan terlebih dahulu dan mencuci sayuran serta buah menggunakan sabun.

(Aditya Sanjaya)

Kategori: Metro

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*