Ahok Ancam Rekrut TNI/Polri Jadi Pegawai Pemprov DKI, Mengapa?
BeritaPrima.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah-marah saat melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (24/2/2016) siang ini.
Ahok kesal karena masih mendengar adanya oknum pejabat yang menerima setoran, menjual aset, dan perbuatan tercela lainnya.
Ia pun mengancam akan memasukkan unsur TNI/Polri ke struktur birokrasi Pemprov DKI.
“Menpan-RB sekarang sudah kirim surat ke kami. Mereka sudah membuka peluang TNI, Polri masuk ke (birokrasi Pemprov) DKI,” kata Ahok.
Ia yakin akan banyak personel TNI/Polri yang bersedia mengabdikan diri di Pemprov DKI Jakarta.
Sebab, menurut dia, gaji untuk pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta, cukup besar.
“Dengan (gaji) eselon II bisa Rp 75 jutaan itu sepangkat dengan AKBP di kepolisian atau letkol. Kita (Pemprov DKI) eselon IV saja sudah (dapat gaji) Rp 30 jutaan,” kata Ahok.
Atas dasar gaji yang cukup tinggi itu, Basuki menilai tidak pantas apabila PNS Pemrov DKI masih melakukan penyelewengan.
Basuki menegaskan, ia akan memberikan sanksi berat, termasuk pemberhentian PNS tersebut.
“Sampai tahun depan kinerja Anda masih tidak baik, saya buka (rekrutmen) PNS dari luar. Mungkin memasukkan TNI/Polri, pegawai kementerian, atau karyawan swasta,” ujar Ahok. (feb)






