Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Kamis , 28 Juli 2016
Bidikmisi-unair

Dosen Unair Diwajibkan Punya Anak Asuh Mahasiswa Bidikmisi

BeritaPrima.com, Surabaya - Penyambutan dan pendampingan mahasiswa baru bidikmisi Universitas Airlangga (Unair) berlangsung haru di aula Garuda Mukti Gedung Rektorat Unair, Selasa (19/7/2016).

Ratusan mahasiswa bidikmisi Unair tahun 2016 bersama sejumlah orang tua yang bisa hadir berdialog dalam acara ini.

Sejumlah orang tua mengungkapkan kebahagiaannya karena anaknya bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa perlu dibebani biaya pendidikan.

Apalagi banyak diantara orang tua ini berpenghasilan kurang dari Rp 1.000.000 dengan kebutuhan ekonomi yang tinggi.

Bahkan ada juga orang tua yang menjadi tukang bersih-bersih maupun buruh tani di Banyuwangi. Ataupun menghidupi sendiri 4 anaknya yang masih sekolah karena suaminya telah meninggal.

“Saya akan mewajibkan dosen untuk mengangkat anak asuh dari mahasiswa bidikmisi. Bukan dari finansialnya, tetapi pendidikan dan pembinaannya. Kalau nanti ada yang dari SMAN 2 lamongan akan saya ambil (sebagai anak asuh) karena saya alumni sana. Jadi akan ada penugasan dari rektor, mengasuh anak dari sekolah atau satu lingkungan yang sama dengan daerah asal,” jelasnya usai berdialog dengan mahasiswa bidikmisi, Selasa (19/7/2016).

Menurutnya dengan uang saku Rp 600.000 tidak akan cukup di Surabaya. Jadi meskipun bukan secara finansial maka bisa lebih dibina agar segera terselesaikan pendidikannya.

Dalam dua jalur masuk PTN yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) sudah diterima 666 mahasiswa bidikmisi.

Sebagian dari mahasiswa itu juga menempati asarama yang dimiliki Unair.

“Karena asrama tidak sebanyak itu, maka hanya beberapa saja yang bisa masuk asrama Unair dengan menerapkan skala prioritas,” tuturnya.

Iapun berharap keluarga dari mahasiswa bisa mendukung sepenuhnya pendidikan anakny. Sehingga uang saku yang diberikan pemerintah bisa digunakan secara maksimal untuk pendidikan.

“Ada juga anak yang malah mengumpulkan uang sakunya untuk diberikan keluarg di desa. Asal janagn orang tuanya yang malah minta dikirimi,” candanya.

Beragam kisah inspiratif dari mahasiswa bidikmisi dari berbagai jurusan membuat Nasih berharap bisa menambah kuota di bidikmisi di jalur mandiri.

Iapun berharap masih ada 90 kursi lagi untuk mahasiswa bidikmisi. Sehingga total mahasiswa bidikmisi bisa mencapai 750 orang.

“Kalau totalnya 750 orang maka kami bisa mendapat 17 persen dari kuota mahasiswa yang diterima tahun ini. Yang penting sudah daftar bidikmisi maka akan kami perjuangkan. Kalau bisa masih ada yang dari Fakultas Kedokteran,” lanjutnya.

Humas Unair, Suko Widodo menjelaskan, upaya pengangkatan anak asuh oleh dosen unair ini sebagai wujud kepedulian terhadap mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi.
Menurutnya, perjuangan peserta bidikmisi untuk bisa diterima di PTN dan mendapat Bidikmisi merupakan tekad yang besar.

“Meskipun tidak diijinkan orang tua karena tidak ada biaya, mereka mampu membuktikannya. Ini harus di dukung, apalagi kalau lulusan dari sekolah yang sama. Sebagai sesama alumni tidak ada salahnya untuk dibimbing dan dijadikan anak asuh,” lanjutnya. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *