Driver Tuding GoJek Tak Bisa Buktikan Adanya Order Fiktif
BeritaPrima.com, Jakarta - PT GoJek Indonesia telah melakukan suspensi kepada 10.000 driver yang dianggap melakukan orer palsu. Hal ini diketahui usai melakukan analisa terhadap akun-akun fiktif tersebut.
Mengutip akun Facebook GoJek, suspend yang dilakukan GoJek menuai komentar negatif. Entah benar atau tidak, beberapa anggota di akun Facebook Go-Jek pun melontarkan caci makinya terhadap aksi individual Go-Jek ini.
Pasalnya, penetapan suspend tanpa dasar apapun. Kemudian isi suspend pun tidak mendapat penjelasan dari pihak Go-Jek akan kesalahannya.
Salah satu driver yang terkena suspend Mahmudi Waru menceritakan dalam akun Facebook GoJek.
“Sore semua saya mau sharing masalah tadi saya urus suspend. Saya sudah ke sana cuma memang tutup. Tadi saya sharing sama yang berhasil masuk, pihak sana tetap kekeh ga bisa kasih bukti jawabannya sistem yang kerja, tetap kekeh suruh bayar, tapi driver ini tetap adu argumen minta buka dulu semua kesalahannya baru mau bayar.
Sampai akhirnya ada seorang Brimob yang tempatnya di belakang kursi berdiri dan gertak harus bayar biar masalah cepat selesai. Akhirnya driver itu bilang ambil uang dulu ke ATM (alibi saya bisa keluar), karena kalau sudah masuk Kemang jarang bisa keluar. Kalaupun harus keluar, keluarga yang jemput bawa motor untuk jaminan supaya bisa keluar dan diberi tenggang waktu seminggu untuk nebus motor itu dengan jumlah uang suspend”.
Melihat penyataan ini, pihak Go-Jek pun harus transparan mengenai suspend yang ditetapkan pada para driver yang lakukan pelanggaran. Sehingga para driver bisa mengetahui apa kesalahan mereka dan sanksi apa yang mereka terima. (feb)


