Cara Mudah Mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah
BeritaPrima - Ketika memiliki status karyawan, keinginan untuk bisa memiliki rumah sendiri ternyata lebih mudah. Sederhananya, dalam usaha pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR), seorang karyawan memiliki nilai lebih dimata lembaga finansial. Namun, ada alasan lainnya. Apa saja?
Status menjadi jaminan
Dengan statusnya seorang karyawan, dianggap memiliki penghasilan tetap yang dapat menjamin sebuah kredit akan dibayar lebih lancar. Tetapi, bila ada dua pilihan karyawan kontrak, atau karyawan tetap, bank biasanya akan lebih mengutamakan pengajuan Anda yang memiliki status karyawan tetap.
Alasannya, bank akan bisa memiliki jaminan jika karyawan tersebut dapat terus membayar selama jangka waktu kredit berjalan. Sebab, seorang karyawan tetap akan memiliki penghasilan yang cenderung tetap.
Namun, bukan artinya Anda yang memiliki status karyawan kontrak tidak diutamakan? Sebab, saat ini, beberapa bank menjajaki permintaan khusus untuk konsumen KPR untuk pekerja yang tidak memiliki pendapatan tetap. Walaupun ada beberapa syarat yang wajib dimiliki.
Contoh syarat itu di antaranya, karyawan kontrak tersebut memiliki gaji di atas Upah Minimum Regional (UMR), serta memberikan aplikasi kelayakan yang berupa surat referensi dari perusahaan.
Sebagai catatan, untuk menghindari dan melihat bagaimana risiko gagal bayar yang akan ditangung bank, maka bank akan memberikan review mengenai besaran penghasilan dalam satu tahun.
Mudah validasi rasio kredit
Saat mengajukan kredit, bank akan menilai rasio kemampuan kreditnya. Biasanya, rasio yang wajib dipenuhi adalah memiliki kemampuan cicilan bulanan 30 persen – 40 persen dari total penghasilan.
Maksudnya, bila gaji Anda Rp10 juta, rasio cicilan kredit adalah Rp3 juta di luar dari cicilan lain. Bagi yang telah berkeluarga, besar rasio kemampuan kredit akan diakumulasi penghasilan suami dan istri.
Bagi seseorang yang memiliki status karyawan, bank akan melakukan validasi ulang terhadap penghasilan bulanan melalui slip gaji dan riwayat rekening koran yang dimiliki. (feb)

