Harga Rumah Tak Terpengaruh Banjir
BeritaPrima, Jakarta - Banjir merupakan musibah yang sudah menjadi langganan masyarakat Ibu kota setiap tahunnya. Bahkan, bencana ini belakangan menggenangi perumahan-perumahan menengah bawah di Ibu kota.
Anehnya, meski kerap dilanda banjir, harga properti di kawasan elit Ibu kota tidak pernah turun. Sebut saja seperti di kawasan Kelapa Gading, Pluit dan Pantai Indah Kapuk. Padahal, kawasan-kawasan ini kini kerap menjadi langganan banjir.
Menurut Marketing Manajer Lamudi Christiana Joan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa harga properti di kawasan elit ini tidak pernah turun dan tetap diminati meski kerap menjadi langganan banjir.
“Pertama yaitu sebenarnya banjir bukan menjadi faktor utama dalam penentuan harga rumah. Banyak faktor yang menentukan, misalnya seperti kelengkapan infrastruktur. Kelapa Gading kenapa masih mahal karena kelengkapan infrastruktur dan perkembangannya baik,” kata dia di Jakarta, Selasa (10/2/2015).
Alasan yang kedua adalah fasilitas yang diberikan pengembang. Christiana menyebut, semakin lengkapnya fasilitas yang diberikan pengembang tentu akan semakin menarik minat pembeli dan membuat harga rumah tersebut terus meroket.
Sedangkan yang ketiga adalah kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Semakin berkembangnya pembangunan yang dilakukan pemerintah di kawasan tersebut juga turut mengambil andil dalam perkembangan harga rumah.
“Arah pembangunan yang dilakukan pemerintah jelas. Itu juga menjadi faktor pendukung,” ucap dia.
Christiana menyebut bencana banjir itu hanya bersifat temporary accident. Harga rumah tidak akan terpengaruh dengan temporarry accident seperti banjir tersebut. “Walaupun langganan banjir, tapi kan banjir itu temporarry. Lihat saja Kelapa gading, Pluit, PIK itu tetap diminati,” kata dia. (Febrizky Akbar)


